Pol Air Tangkap Kapal Tak Miliki Izin Tangkap Ikan

- Periklanan -

Dir Polair Polda Sulteng Kombes Pol Fauzi Bakti Mochji (kiri) bersama penyidik Dit Polair melihat kapal ikan yang diamankan karena tidak memiliki izin penangkapan ikan, Kamis (23/3). (Foto:Rony Sandhi)

PALU- Direktorat Polisi Perairan (Dit Polair) Polda Sulteng mengamankan sebuah kapal ikan di perairan Donggala, yang tidak mengantongi izin penangkapan ikan.

DirPolair Polda Sulteng Kombes Pol Fauzi Bakti Mochji, mengatakan disaat petugas Polair yang melakukan patroli di perairan Donggala mencurigai sebuah kapal ikan. Ketika diperiksa dan diminta untuk memperlihatkan surat-surat, narkoba kapal tidak bisa menunjukannya. Kapal kemudian digiring ke markas Polair di Wani, narkoba membawa sejumlah surat-surat. “Surat-surat kemudian ditunjukan kepada penyidik. Namun satu izin yakni Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI) masa berlakunya sudah berakhir,” jelasnya.

- Periklanan -

Fauzi Bakti Mochji menuturkan, selain izin SIPI tidak ada, pelanggaran lainnya, adalah ukuran kapal yang dipakai tidak sesuai kuran kapal khusus menangkap ikan bagi nelayan kecil. Sehingga dilakukan pemeriksaan oleh ahli dari Sabandar Pantoloan dan ditemukan tidak sesuai ukuran kapal yang digunakan untuk menangkap ikan. “Ukuran jenis kapalnya sudah merupakan jenis kapal menangkap ikan untuk kategori nelayan besar,” ujarnya.

Dalam kasus ini, lanjut Fauzi dikenakan pasal 93 junto pasal 27 ayat 1 dan pasal 98 junto pasal 2 ayat 3 undang-undang RI Nomor 45 tahun 2009, tentang perubahan atas undang-undang RI nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan. Tersangka si nahkoda dilakukan penahanan karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun. “Untuk sementara tersangkanya baru satu orang yakni Nahkoda. Karena pemeriksaan masih berlanjut bukan tidak mungkin ada tersangka lainnya,” jelasnya.

Orang nomor satu di Dir Polair Polda Sulteng itu menambahkan, dalam kasus ini penyidik Dit Polair sudah mengirimkan surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) ke Kejaksaan. “Hal ini juga diharapkan menjadi perhatian masyarakat khususnya nelayan, agar memperhatikan aturan-aturan atau perizinan-perizinan yang ada, sehingga dalam melakukan penangkapan ikan selalu dilengkapi dengan dokumen perizinan sesuai aturan hukum yang berlaku,” tandasnya. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.