PNM Tingkatkan Kapasitas Nasabah dalam Berusaha

- Periklanan -

PALU – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Persero Cabang Palu sinergi bersama Bulog Cabang Palu mengadakan pengembangan kapasitas usaha pelatihan klasterisasi bisnis tahap I. Mengangkat tema penataan layout usaha sembako yang menarik serta pengelolaan menajemen usaha dan sosialisasi rumah pangan kita (RPK), bertempat di Warkop Aweng Jalan Chairil Anwar, Selasa (20/8).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Perwakilan PNM Pusat, Mochamad Dedy Triana, dibuka oleh Pemimpin PNM Cabang Palu Zulkarnain Nurdin, serta pemberian materi oleh Agnes Wijaya seorang motivator kewirausahaan, Kasi Penjualan Retail Bulog Aan As Arri Wijaya. Peserta kegiatan adalah nasabah PNM yang ada di Kota Palu, pada saat kegiatan banyak hadiah dibagikan kepada peserta.
Pemimpin PNM Cabang Palu Zulkarnain Nurdin saat diwawancara mengatakan, PNM adalah salah satu BUMN yang ditunjuka pemerintah memberikan bantuan dana untuk modal usaha, kerja atau infestasi terhadap usaha.
Yang menjadi pembeda PNM dengan lembaga keuangan lainnya adalah adanya pengembangan kapasitas usaha. Bertujuan untuk membina nasabah-nasabah PNM menjadi pengusaha yang lebih bagus lagi dibanding sebelum menjadi nasabah PNM.
“Bagitu diberikan bantuan modal, nasabah akan dikawal hingga menjadi pengusaha yang besar, PNM tidak lantas melepasnya, hal ini juga menjadi pembeda PNM dengan lembaga keuangan lainnya,” ucap Zulkarnain.
pengembangan kapasitas usaha pelatihan klasterisasi bisnis tahap I juga bertujuan mempertemukan antar nasabah PNM, dan diharapkan bisa saling bermitra bisnis yang pada akhirnya relasi dan kemampuan untuk berinteraksi jadi lebih berkembang. “Klasterisasi ini merupakan tahap I, nantinya akan ada tahap selanjutnya,” ucapnya.
Pemberian bantuan oleh PNM tidak ada klasifikasi khusus selama nasabah merupakan warga negara Indonesia, dan memiliki usaha apapun usahanya tersebut bisa dibiayai oleh PNM. Zulkarnain menyebutkan modal minimal yang diberikan PNM kepada nasabah berkisaran dari Rp 1 juta hingga batas maksimal 300 juta. Dana diberikan tergantung dari penilaian pihak PNM pemberi bantuan modal. “Jangka pengembalian sama dengan pembiayaan lainnya, mulai satu tahun hingga empat tahun,” ucapnya.
Saat ini PNM sesuai dengan istruksi pemerintah PNM juga sudah membuka bisnis di syariah. Memberikan bantuan modal dengan cara syariah. Syarat mendapatkan dana dari PNM hanya membawa surat jenis usaha yang dijalankan, disurvei, setelah satu hingga dua hari diputuskan bisa diberikan bantuan dana. “Di Sulteng sejak usai bencana 2018 higga juli 2019 telah salurkan dana Rp 7 hingga 8 miliar sudah terserap semua,” ungkapnya. (umr/mg3/mg7)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.