PNM Adakan Pengembangan Kapasitas Usaha Reguler Tahap II

Guna Meningkatkan Pendapatan Pelaku UMKM Kota Palu

- Periklanan -

PALU – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Palu kembali mengadakan pengembangan kapasitas usaha reguler tahap II sinergi bersama BPJS Ketenagakerjaan cabang Palu dengan tema edukasi duar ulang sampah untuk peningkatan pendapatan keluarga, Bertempat disalah satu Hotel Kota Palu, Kamis (5/12).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala PNM Cabang Palu Zulkarnain Nurdin, Amrullah Kepala Bidang Kepesertaan BPJAMSOSTEK Cabang Palu, Kepala Dinas Perindag Kota Palu Syamsul Saifudin, dan Hawang pelaku UMKM Kota Palu.
Kepala PNM Cabang Palu Zulkarnain Nurdin saat memberikan sambutan mengatakan, PNM tidak hanya sekadar memberikan bantuan kepada nasabahnya, tetapi juga memberikan pelatihan agar usaha nasabah tersebut bisa tambah maju lagi.
Zulkarnain menyebutkan hingga saat ini PNM sudah memiliki 72 ribu nasabah di Sulteng, dengan perputaran pembiayaan yang disalurkan dari berbagai sekmen sudah mencapai 72 ribu pelaku usaha kecil, PNM akui jarang tampil di Koran, Radio, TV, karena memang ingin langsung mengeliat dikampung-kampung kecamatan.
“Orang luar jarang kenal PNM. Padahal dari segi pembiayaan sudah 10 tahun di Sulteng,” sebutnya.
Saat memberikan sambutan Amrullah Kepala Bidang Kepesertaan BPJAMSOSTEK Cabang Palu sangat mengapresiasi kerjasama antara PNM dan BPJAMSOSTEK, karena dengan kerja sama tersebut diharapkan semua pelaku UKM bisa tercafer BPJAMSOSTEK.
Selain itu pihaknya berharap setelah sosialisasi, seluruh peserta yang hadir bisa mendaftarkan usaha di BPJAMSOSTEK, Serta Bisa membedakan antara program BPJAMSOSTEK dan BPJS Kesehatan.
“Masih banyak masyarakat yang belum bisa bedakan antara BPJAMSOSTEK dan BPJS Kesehatan,” sebutnya.
Kepala Dinas Perindag Kota Palu Syamsul Saifudin mengungkapkan, saat ini hubungan antara dunia usaha dengan pelaku UMKM dan IKM, karena ada permasalahan di UMKM seperti kekurangan modal, kekurangan pasar dunia usaha ini yang memiliki modal.
Syamsul mengajak para BUMN dan Pelaku usaha bersama-sama mengambil UMKM dari bawah, jangan mengambil dari level menegah. Dinas memulai dari awal BUMN dan pelaku usaha bermainnya kepada UMKM yang sudah pengembangan sehingga pengembangan mendapatkan bantuan tapi yang dibawahnya tidak.
“Mari sama-sama memulai dari UMKM tingkat bawah, karena IKM paling bawah kendalanya managemen keuangan,” sebutnya. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.