PLN-Perokris Bantu 10 Rumah Ibadah dan 3 Panti Asuhan

- Periklanan -

ANTON TULOIYO
UNTUK SULTENG BANGKIT: GM UIW Suluttenggo Edison Sipahutar, Ketua Perokris PLN Pusat Tagor Sijabat, GM PLN UIP Sulbagut Sigit Witjaksono yang diwakili Patar Situmorang, Direktur Bina Program Kementerian ESDM Jisman Hutajulu, foto bersama dengan pihak Gereja yang menerima bantuan, kemarin (6/12).

PALU – Setelah berhasil merecovery kelistrikan di Palu Sulawesi Tengah yang rusak akibat bencana alam gempa bumi, tsunami dan likuifaksi, PT PLN (Persero) turut memberikan kepedulian dengan membantu korban bencana. PT PLN (Persero) bersama keluarga besar Persekutuan Rohani Kristen (Perokris) PLN Pusat ikut peduli membantu 10 rumah ibadah yang terkena dampak bencana yang dirangkaikan dalam menyambut perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Keluarga besar Perokris PLN Pusat melalui PLN Peduli memberikan CSR (corporate social responsibility) untuk perbaikan sarana ibadah Gereja dan kegiatan trauma healing, dengan total biaya Rp475 juta. Penyerahan bantuan tersebut dipusatkan di Gereja Katolik Santa Maria Bunda Hati Kudus Palu, Kamis kemarin (6/12), didahului ibadah, mental spiritual healing yang sengaja ditadangkan dari Jakarta, yakni Pendeta Marsekal Muda (Purn) DR Ir Paruntungan Girsang MSc.

Penyerahan bantuan CSR tersebut diwakili Vice President CSR PT PLN Kantor Pusat, Mufidah, didampingi Ketua Perokris PLN Pusat Ir Tagor Sijabat. Turut hadir pula, GM PLN UIW Suluttenggo Edison Sipahutar, GM PLN UIP Sulbagut Sigit Witjaksono yang diwakili Patar Situmorang, Direktur Bina Program Kementerian ESDM Jisman Hutajulu, para Ketua Perokris PLN UIP Sulbagut, PLN UIW Suluttenggo, PLN Area Palu, dan PLN UPP Sulteng, serta para Tokoh-Tokoh agama dan Pemda di Palu.
Sepuluh Gereja yang menerima bantuan tersebut adalah, Gereja Bethany Palu, Gereja HKBP Palu, Gereja Katolik Santa Maria Bunda Hati Kudus Palu, Gereja Toraja Jono Oge, GKST Immanuel, GKST Victory Palu, GPDI El Gabor, GPIB Eben Haezer Palu, GPPS Pandere, dan GSJA Kalvari.

Selain pemberian bantuan untuk sarana ibadah Gereja, juga diserahkan bantuan Kado Natal dalam bentuk biaya sekolah yang disumbangkan para pegawai PLN untuk 3 panti asuhan, di antaranya Panti Asuhan GPID, Panti Asuhan Santa Maria Bunda Hati Kudus dan Panti Asuhan Immanuel. Tidak hanya itu, Kado Natal dan Tahun Baru juga diberikan kepada anak panti asuhan sebanyak 45 orang. Total biaya sebesar Rp37 juta.

“Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi dan sukacita Natal kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Kami ingin berbagi berkat yang telah kami terima dari PLN kepada masyarakat yang membutuhkan,” ungkap Ketua Perokris PLN Pusat Ir Tagor Sijabat.

GM PLN UIW Suluttenggo Edison Sipahutar mengatakan, pemberian bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian PT PLN (Persero). Bantuan CSR kata Edison, juga merupakan tanggungjawab sosial PT PLN (Persero) terhadap masyarakat Palu dan sekitarnya, khususnya rumah-rumah ibadah yang terdampak bencana yang terjadi 28 September lalu. “Kami berharap bantuan CSR ini dapat membantu sebagian dari apa yang mereka perlukan,” harapnya.

- Periklanan -

Direktur Bina Program Kementerian ESDM Jisman Hutajulu memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada PT PLN (Persero) dan Perokris PLN Pusat, yang telah peduli terhadap korban bencana melalui pemberian bantuan tersebut. “Dengan adanya bantuan ini mudah-mudahan bisa terobati, saudara-saudara kita di sini bisa cepat lepas dari trauma yang ada,” kata Jisman.

Dia mengungkapkan, Kementerian ESDM juga akan memberikan bantuan tali kasih kepada para korban bencana alam dalam perayaan Natal pada 11 Januari 2019 nanti. Dia pun merasa bersyukur karena bisa hadir dalam kegiatan penyerahan bantuan kemarin. Sebab menurutnya, dia bisa berinteraksi langsung denga para korban bencana. Bertemu dengan pastor dan pendeta. Dimana dia mengharapkan sekiranya nantinya mereka dapat melukan komunikasi dan mengirimkan data-data penerima bantuan tali kasih yang akan diberikan Kementerian ESDM pada perayaan Natal tersebut, kepadanya.

“Sekali lagi terima kasih PLN yang sudah peduli, bukan saja listriknya yang dipedulikan sama teman-teman di PLN tetapi juga dalam bentuk tali kasih yang menyentuh kepada masyarakat yang ada di Palu ini,” tutupnya.

Dalam kesempatan itu juga, diserahkan bantuan dari alumni SMA Budi Murni 1 Medan angkatan 88, sebesar Rp16 juta untuk Panti Asuhan GPID, Panti Asuhan Santa Maria Bunda Hati Kudus dan Panti Asuhan Immanuel, yang diwakili alumninya Patar Situmorang yang juga Koordinator Sosial Perokris PLN Pusat.

Patar Situmorang mengatakan, bantuan yang diberikan bukti sikap saling membantu sesama umat beragama. “Semangat ini membuktikan sikap saling membantu sesama umat beragama baik dari kaum Muslim, Budha, Katolik maupun Protestan,” sebutnya.

Ucapan terima kasih pun disampaikan para penerima bantuan. “Terima kasih kepada PLN, para karyawan karyaati PLN seIndonesia dan para alumni SMA Katolik Budi Murni 1 angkatan 88 Medan yang diwakili Patar Situmorang, yang sudah sangat memperhatikan dan meringankan beban kami. Tujuan kami hanya satu, yakni pihak Gereja, Umat, anak-anak harus bangkit dan sukses,” ungkap perwakilan penerima CSR pada kesempatan itu. (fdl/adv)

ANTON TULOIYO
KADO NATAL: Patar Situmorang, perwakilan alumni SMA Budi Murni 1 Medan angkatan 88 yang juga Koordinator Sosial Perokris PLN Pusat (dua dari kiri) bersama Pendeta Marsekal Muda (Purn) DR Ir Paruntungan Girsang MSc (kiri) dan Ketua Perokris PLN Pusat Ir Tagor Sijabat, saat penyerahan Kado Natal kepada anak dan pegurus Panti Asuhan Santa Maria Bunda Hati Kudus Pal

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.