Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PKKMB FKIP Didesain dengan Menarik

Hilangkan Kejenuhan dengan Bernyanyi Bersama

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat Fakultas, Jumat kemarin (25/9), serentak berakhir. Belajar dari pelaksanaan PKKMB tingkat universitas yang sempat heboh karena komentar peserta PKKMB yang dinilai kurang beretika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad punya cara tersendiri untuk menyiasati hal tersebut.

Penanggung jawab PKKMB FKIP Untad, Dr Iskandar MHum yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan menjelaskan, dalam pelaksanaan PKKMB tingkat fakultas di FKIP, pihaknya menekankan agar jangan sampai mahasiswa peserta PKKMB merasa jenuh dengan materi yang disajikan. Makanya kata Iskandar, PKKMB di FKIP mengangkat tema PKKMB FKIP new normal membentuk mahasiswa yang disiplin, berkarakter dan cinta kampus dalam satu Untad, satu nafas, satu keluarga. Tema ini kata dia merupakan tujuan yang ingin diraih dalam proses PKKMB selama dua hari.

Dengan demikian sambungnya, mahasiswa baru peserta PKKMB dapat memahami bahwa mahasiswa FKIP diharapkan menjadi mahasiswa yang disiplin, berkarakter dan cinta kampus. Maka itu lanjutnya, mahasiswa bisa memperlihatkan perilaku yang beretika.

“Dan alhamdulillah tidak ada mahasiswa kami yang terlibat memberikan komentar-komentar yang melanggar saat PKKMB tingkat Universitas. Saya juga yakin Tadulako muda FKIP kita ini orang-orang hebat semua, orang bermoral semua dan orang baik semua,” kata Iskandar.

Selain berharap kesadaran mahasiswa agar tidak memberi komentar yang tidak beretika selama proses PKKMB, pihaknya kata Iskandar juga mendesain pelaksanaan PKKMB agar tidak jenuh dan lebih luwes serta menarik untuk diikuti. Kata dia, di awal proses PKKMB tingkat fakultas, ada beberapa penampilan kesenian yang ditampilkan untuk menggugah peserta dan menjadi daya tarik bagi peserta. Selain itu, panitia bahkan menyediakan alat musik agar di sela-sela kegiatan ketika mahasiswa mulai merasa jenuh, panitia memainkan musik dan mengajak seluruh peserta bernyanyi bersama.

“Karena kita harus tahu kondisi mereka di sana. Kita di sini saja ruangan ber AC kadang sudah jenuh karena lama. Apalagi mereka yang mungkin saja di luar rumah untuk mencari jaringan yang bagus, mungkin juga di tempat-tempat yang menyediakan wifi gratis, sehingga ketika mereka lapar, tapi belum bisa kembali ke rumah. Kondisi-kondisi seperti ini yang harus kita pahami,” terang Iskandar. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.