PKB Sulteng Ikuti Sekolah Legislator di Manado

- Periklanan -

PALU-Baru-baru ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar pendidikan dan latihan bagi anggota DPRD dengan nama Sekolah Legislator di Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulout), yang dibuka oleh Wakil Ketua DPP PKB yang membidangi ekskekutif dan legislatif serta penetapan struktur organisasi, KH Abd. Halim atau yang disapa Gus Halim, di Hotel Paninsula Manado.

Kegiatan Sekolah Legislatif berlangsung selama dua hari, dari 7 – 9 Februari 2020, diikuti oleh 81 orang peserta yang berasal dari lima provinsi yang dipusatkan di Manado. Kelima provinsi itu adalah Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Barat (Sulbar), Gorontalo, Papua Barat, dan Sulawesi Utara (Sulut).

“Kegiatan di Manado, diikuti oleh 81 peserta yang berasal dari lima provinsi di kawasan Indonesia bagian Timur, “ jelasnya.

Materi kegiatan di Sekolah Legislatif adalah persoalan peran-peran legislatif, yaitu bagaimana peran Fraksi PKB di DPRD, yang diharapkan supaya tidak ada anggota DPRD dari PKB yang vakum, apalagi diam tidak bicara, harus selalu aktif dalam menjalankan tugas legislasinya.

“ Semua anggota dewan asal PKB itu harus aktif berperan, dan aktif dalam setiap masalah-masalah sosial kemasyarakatan di gedung DPRD. Inilah yang dilatih. Kemudian peran NU yang melahirkan PKB. Ini materi yang ditekankan oleh Gus Halim, bersama pemateri dari DPP PKB, “ paparnya.

Menurut Zainal, kegiatan Sekolah Legislatif PKB itu dilakukan per rayon, tetapi ada juga satu provinsi yang besar seperti Jawa Timur, itu hanya dilakukan satu provinsi, yakni PKB Provinsi Jawa Timur. Karena yang dikutkan itu anggota DPRD kabupaten, kota, dan anggota DPRD provinsi.

Pada kesempatan itu, Zainal Daud juga menjelaskan soal siapa bakal calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulteng yang bakal diusung oleh DPW PKB Sulteng. Dikatakannya, PKB belum menentukan sikapnya, karena masih menunggu keputusan dari DPP PKB. Tetapi mereka para balon yang sudah mendaftar di DPW PKB Sulteng itu sekitar lima orang itu telah diusulkan ke DPP PKB.

“DPW Sulteng hanya meneruskan saja, siapa saja balon yang sudah mendaftar di PKB. Jadi, DPP-lah yang akan mentukan siapa yang akan diusung dalam Pilkada nanti. Tentu mereka berdasarkan hasil survey, “ sebutnya.

Pantauan media ini, PKB telah sukses melaksanakan sekolah legislatif, selama tiga hari, bertujuan untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas wakil rakyat dari PKB.

- Periklanan -

Seperti yang dikatakan Ketua DPW PKB Sulut, Greetty Tielman, bahwa kegiatan sekolah legislator DPP PKB ini dikomandani kepala sekolah Malik Haramain.

“Puji Tuhan acaranya sukses. Pesertanya 81 orang anggota DPRD provinsi dan kabupaten/kota dari 5 provinsi. Dari Sulawesi Tengah, Papua Barat, Gorontalo, Sulawesi Barat dan Sulawesi Utara,” kata Greetty, Minggu (9/2) kepada wartawan.

Dia menjelaskan, kegiatan ini merupakan titik ke 15. Kegiatan ini penting agar anggota Dewan PKB di seluruh Indonesia memiliki kesamaan visi dan langkah dalam menerjemahkan dan perjuangan partai untuk mensejahterakan rakyat.

“Terima kasih kepada panitia lokal yang telah bekerja keras. Sehingga acara berjalan dengan baik. Meskipun diakui ada kekurangan,” pungkas Tielman.

Sebelumnya, DPP PKB Abdul Halim Iskandar mengatakan bahwa dirinya memiliki keyakinan kuat akan lebih baik dan lebih maju PKB Sulut ke depan.

“Kalau hasil Pileg 2019 kemarin di Sulteng yang mendominasi kursi anggota dewan PKB. Pada Pemilu 2024 Sulut harus melampaui Sulteng,” kata Halim, yang juga Menteri Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi ini.

Dia menegaskan, sekolah legislatif diwajibkan setiap anggota dewan PKB untuk mengikuti acara seperti ini. “Penegasan disiplin. Sejak Muktamar Bali kemarin. Bagi yang tidak lulus, maka diwajibkan sekolah kembali di titik lain,” ujarnya.

Halim menjelaskan, Indonesia Timur, khususnya Sulut perlu ketahui bahwa Indonesia bukan Darul Islam dan bukan juga negara Islam.

“Indonesia ini negara kemakmuran, negara kemaslahatan dan negara peradaban. Berbagai dinamika kebangsaan kekinian. Maka PKB hadir sebagai pemersatu bangsa, PKB sebagai penyelamat bangsa. PKB mengawal perbedaan untuk menciptakan harmoni,” tegas Iskandar, seraya mengatakan bahwa PKB adalah partai nasionalis.

Turut hadir tokoh agama, Ormas NU dan undangan lainnya. Sementara Menteri Abdul Halim Iskandar didampingi langsung istri tercinta ibu Lilik Umi Nashiah.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.