Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PJJ di Era Covid-19 Timbulkan Kekerasan Terhadap Anak

Terungkap Saat Webinar Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Tengah

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU–Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Sulawesi Tengah bekerjasama dengan Majelis Pendidikan dan Majelis Kesos PW Aisyiyah Sulawesi Tengah (Sulteng) menggelar Webinar Nasional dengan tema tantangan pendidikan di masa Pandemi Covid-19, solusi dan problematika sosialnya.

Kegiatan menggunakan aplikasi zoom tersebut dipandu oleh Ketua Nasyiatul Aisyiyah Nova Herlina, dengan menghadirkan para pembicara tingkat nasional diantaranya komisioner KPAI Pusat Jasra Putra, Pengurus Pimpinan Pusat Aisyiyah, Chandrawaty dan Sity Asfiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Diah Puspitarini dan Anggota Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Nur Arina Hidayati, serta Wakil Ketua PGRI Sulteng Asep Mahpudz.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah Diah Puspitarini mengatakan, dunia pendidikan saat ini harus menjawab berbagai tantangan yang ada, diantaranya mencari pola pembelajaran yang tepat dan tentu saja perlu melihat kesiapan guru dalam memberikan pembelajaran.

“Serta kesiapan orangtua dalam melakukan pendampingan terhadap anaknya dalam Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ini,” jelasnya.

Sementara Siti Asfiyah, menyampaikan bahwa pembelajaran di masa Covid-19 telah menyebabkan isolasi sosial yang kurang bagus untuk perkembangan psikologi anak. Sementara data yang disajikan oleh Jasra Putra dari KPAI menekankan bahwa sesungguhnya kasus-kasus kekerasan terhadap anak dan bahkan kasus bunuh diri, saat ini menjadi salah satu dampak yang ditimbulkan dari PJJ di era Covid-19 ini.

Untuk mengantisipasi semua dampak negatif pembelajaran jarak jauh, maka menurut Asep Mahfudz diperlukan sinergitas antar komponen yaitu guru, orangtua dan anak.

“Pembelajaran saat ini, akan terlaksana dengan baik kalau ada kerjasama antar komponen guru, anak didik, dan orangtua,” jelas Asep.

Dia juga mengingatkan, bahwa guru harus kreatif dalam menciptakan pembelajaran yang efisien dan memotivasi, agar anak keluar dari jebakan kebosanan dengan pembelajaran daring atau PJJ.

Sementara Nur Arini Hidayati pada kesempatan webinar nasional yang diikuti seratusan participant tersebut, mengajak semua pihak untuk berpikir positif dalam menghadapi PJJ.

“Ini adalah kondisi yang sangat memungkinkan orangtua begitu dekat dengan lingkungan pendidikan anak, tanpa harus melakukan kekerasan. Ini juga dibutuhkan peran ayah hebat untuk melakukan pendampingan agar ibu tidak stress,” jelasnya.
Selanjutnya Candrawaty mengingatkan bahwa pendidikan adalah memanusiakan manusia yang harus menyasar pemenuhan kebutuhan jasmani, rohani, dan akal. “Tiga hal ini harus terpenuhi, sehinggapenddiakan itu terasa manfaatnya,” tandasnya.

Ketua Nasyiatul Aisyiyah Sulteng, Nova Herlina, yang memandu jalannya webinar menyambut positif dan berterima kasih kepada para pembicara yang meluangkan waktunya untuk mengisi materi webinar tersebut.

“Intinya adalah diperlukan sinergitas antara guru, orang tua, dan anak dalam menjawab tantangan PJJ ini,” pungkasnya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.