Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pipa Buatan 1978, Banjir “Terpaksa” Stop Keran

Kendala yang Dihadapi PDAM Ogomalane Tolitoli

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ogomalane Tolitoli///SUB
TOLITOLI-Sumpah serapah, kesal hingga gerutu warga Kota Cengkeh kerap menjadi persoalan klasik yang dihadapi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Ogomalane Tolitoli. Apalagi kalau bukan masalah air, mapet dan macet.

“Ya ampun…pak, ako bosi, pasti macet to wae..e (setiap kali hujan, pasti macet juga airnya, red),” ucap Warni, warga Kecamatan Galang.

Senada dengan Warni, Yusuf Sahar warga Desa Sandana juga mengeluhkan hal yang sama. Ia menilai, seharusnya PDAM Ogomalane harus bisa berbenah karena sudah beroperasi puluhan tahun,seperti peningkatan SDM dan sistem pelayannya, serta yang lebih utama adalah infrastruktur layanan air.

“Persoalan air macet inikan sudah bertahun-tahun terjadi, belum ada solusi nyata. Setiap hujan apalagi sampai banjir, wah pasti air macet, bagi yang kaya punya tandon ya aman saja, lah kita hidup pas-pasan,” keluhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Direktur PDAM Ogomalane Tolitoli Arnold Rasang melalui Kabag Teknik Kennedy Worang tak menampik sejumlah aspirasi dan keluhan para pelanggan atas layanan air selama ini.

“Kami tidak menampik keluhan warga, semua kendala harus kami hadapi secara bijak, dan kami tidak tinggal diam dan akan terus berusaha dan berbenah agar pelayanan jauh lebih baik dari tahun ke tahun,” ungkap Kennedy di sela tugasnya mengawasi kondisi distribusi air di lapangan.

Alasan mengapa air terpaksa distop saat hujan deras hingga banjir, ungkap pria murah senyum ini, karena PDAM Ogomalane hingga kini masih mengandalkan air baku yang bersumber dari sungai. Nah, di saat hujan deras hingga menyebabkan banjir, maka debit air meningkat disertai material seperti lumpur, ranting kayu, bebatuan. Semua material yang dibawa oleh banjir itu akan masuk ke dalam bak penampungan air bersih atau Intek. Sehingga, mau tak mau Intek harus ditutup.

PDAM memang memiliki cadangan penampungan air bersih yakni bangunan reservoar, namun kapasitasnya terbatas, tidak sampai 1 jam air cadangan habis karena tingginya penggunaan air yakni sebesar 100 hingga 150 liter per orang per hari. Adapun Kapasitas reservoar yang ada di Kecamatan Baolan yakni sebanyak 100.000 meter kubik, sedangkan di unit IKK Lalos sebanyak 200.000 meter kubik.

“Jika debit air sungai naik saat hujan deras, terpaksa kita stop pendistribusian air ke pelanggan, kita harus menunggu banjir atau tingkat kekeruhan air sudah bisa diolah. Sebab, jika kekeruhan di atas 1000 Nephelometric Turbidity Unit (NTU) maka Instalasi Pengolahan Air (IPA) tidak akan mampu mengolah, sehingga harus ditutup, kita tidak mau air yang dinikmati warga kualitasnya jelek,” rincinya.

Kennedy menambahkan, infrastruktur pipanisasi PDAM Ogomalane saat ini telah berusia 43 tahun, dibangun dan dipasang sejak tahun 1978. Karena itu, upaya peremajaan pipa tua senantiasa menjadi alasan utama ketika mengajukan usulan bantuan ke pemerintah pusat melalui Cipta Karya Dinas PU Provinsi.

Tahun 2021, lanjutnya, sudah ada konsultan yang ditunjuk untuk melakukan penyusunan Detail Enginering Design (DED) pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di kawasan Batubota, dan diharapkan pada tahun 2022 sudah bisa terealisasi. SPAM sendiri juga menjadi solusi ketersediaan air bersih bagi 18.861 pelanggan se-Kabupaten Tolitoli (rilis data akhir Mei 2021, Red), terutama di saat musim hujan atau banjir.

“Progress peningkatan infrastruktur PDAM kita lakukan dengan mengajukan usulan ke pemerintah pusat, contoh realisasinya adalah pembangunan IPA pada unit IKK Lalos tahun 2016, dengan kapasitas 20 liter per detik. PDAM Lalos selama tiga tahun ini memang tidak menerima penyertaan modal dari Pemkab Tolitoli, sedangkan operasional PDAM Ogomalane bersumber dari dana pengelolaan yang ada,” bebernya.

Di tengah suasana pandemi Covid-19, PDAM Ogomalane terbukti prorakyat, ada program yang dapat membantu atau meringankan beban ekonomi warga. Salah satunya, jika ada warga yang mengalami kesulitan ekonomi sehingga terjadi penunggakan pembayaran air, maka PDAM hadir dengan memberikan kelonggaran pembayaran, asalkan tetap ada itikad baik untuk membayar tunggakan.

“Contoh ada yang menunggak pembayaran hingga 1 juta, ya kita hadir dengan memberikan kelonggaran, dicicil 100 atau 200 ribu, asalkan tetap ada niat baik untuk membayar hingga lunas. Itu kebijakan pak Arnold,” ucapnya.

Untuk diketahui, infrastruktur PDAM saat ini berupa unit Instalasi Pengolahan Air (IPA) yakni, 3 unit IKK Kota dengan kapasitas terpasang 220 liter per detik, 1 unit pada IKK Tambun, 4 unit pada IKK Lalos dan 1 rusak, 1 unit pada IKK Galumpang berupa Saringan Pasir Lambat (SPL) atau pipa konvensional, 1 IPA dan 1 konvensional pada IKK Tinabogan, dan 1 IPA pada IKK Ogotua.

“Intinya, PDAM Ogomalane akan terus berupaya agar pelayanan jauh lebih baik lagi, kami berharap dukungan masyarakat. Apapun aspirasi, cemohan, omelan warga kami terima, karena itu motivasi agar kami bisa bekerja dengan baik, dan akan terus berbenah,” tekadnya.(dni)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.