Piodalan Pura Agung Wana Kerta Jagat Natha Diperingati

Turut Dihadiri Pemerintah Daerah Bali

- Periklanan -

PALU – Beragam upacara dalam rangka piodalan, dilaksanaan pada puncak piodalan Pura Agung Wana Kerta Jagat Natha Sulawesi Tengah yang digelar di Pura Agung Wana Kerta Jagat Natha, Jalan Jabal Nur, Kelurahan Talise, kemarin (12/11).

Upacara dilaksanakan dengan khidmat yang diikuti ratusan umat Hindu yang memadati Pura Agung Wana Kerta Jagat Natha. Puncak piodalan ini diawali sejak dini hari dengan melaksanakan nedunen pratime, dilanjutkan dengan pelaksanaan pecaruan.

Kegiatan juga dilanjutkan dengan upacara ulap ngambe dan pemelaspasan dan dilanjutkan dengan upacara ke Beji kemudian pelaksanaan Ngelinggihan Ida Betara ring Padhasana yang diiringi tari pendet, tari rejang dewa, tari rejang sari dan tari baris gede. Setelah itu dilanjutkan dengan memutari pura sebanyak tiga kali atau disebut murwe daksine dan diakhiri dengan persembahyangan untuk acara pemelaspasan sekaligus pecaruan.

“Acara kita rangkaiannya sudah dari hari kemarin sebenarnya. Hari Sabtu kita laksanakan pengingsahan atau negteg piodalan. Itu adalah penyucian secara alamiah,” kata Ketua panitia Piodalan Pura Agung Wana Kerta Jagat Natha Sulawesi Tengah, I Wayan Darma SPd MPd, kepada Radar Sulteng ditemui usai rangkaian upacara, kemarin (12/11).

- Periklanan -

Piodalan ini dijelaskan I Wayan Darma merupakan acara rutin tahunan yang dilakukan dalam rangka ulang tahun Pura Agung Wana Kerta Jagat Natha yang merupakan kiblat seluruh pura di Sulteng. Piodalan kali ini sambungnya, juga dirangkaikan dengan pemelaspasan sebab pembangunan kembali pura yang juga terdampak kejadian 28 September tahun lalu. “Kami undang ada tamu dari Pemda Bali demikian juga dari Pemda Sulawesi Tengah serta umat Agama Hindu se Sulawesi Tengah karena memang ini adalah pura Provinsi sehingga yang mengikuti acara ini ialah umat se Sulawesi Tengah,” terangnya.

Pelaksanaan piodalan lanjutnya masih akan berlangsung dengan berbagai persembahyangan tahap I hingga tahap IV pada Selasa malam dan pelaksanaan piodalan bakal berakhir pada Rabu malam ini (13/11) dengan upacara nyineb.
Ketua Majelis Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Kota Palu, Ir I Nyoman Dwinda MSi menjelaskan piodalan Pura Agung Wana Kerta Jagat Natha tahun ini dimulai dengan pecaruan atau pembersihan agar wilayah Pura Agung Wana Kerta Jagat Natha kembali bersih dan suci sehingga dalam peribadatan tidak mengalami gangguan. Selain pecaruan, piodalan kali ini juga dilaksanakan pemelaspasan.

Pemelaspasan kata I Nyoman Dwinda merupakan penyatuan dari unsur-unsur yang sebelumnya tidak sama menjadi satu kesatuan yang utuh untuk bisa dijadikan sebagai tempat melaksanakan ibadah.
“Maka setiap bangunan-bangunan baru itu harus melalui proses pemelaspasan sebelum digunakan sebagai tempat ibadah. Karena kenapa, karena bangunan itu terdiri dari berbagai macam unsur yang dulunya tidak sama, terdiri dari semen, kayu, batu dan lain sebagainya. Jadi dipelaspas dulu agar menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga bisa dijadikan tempat untuk beribadah. Itu makna umum dari pemelaspasan,” jelasnya.

Dalam upacara lanjutnya juga dilaksanakan penyucian seluruh sarana upakara di Beji. Seharusnya kata Nyoman Dwinda, penyucian sarana upakara dilaksanakan di laut namun kali ini, prosesnya dilaksanakan di dalam pura yaitu di Beji.
“Kami umat Hindu di Kota Palu, berterima kasih bukan hanya kepada umat Hindu tapi juga umat-umat lain yang sudah saling bahu-membahu memberikan bantuan kepada kami sehingga bangunan yang sempat rusak parah akibat gempa tahun lalu, akhirnya bisa kami bangun kembali. Kami umat Hindu di Palu akan menjaga bangunan ini dengan sebaik-baiknya dan tentu memanfaatkan sebagaimana tujuan kita membuat bangunan ini,” demikian kata Nyoman Dwinda. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.