Pimpinan Agama Deklarasikan Pemilu Damai

- Periklanan -

PALU-Pimpinan agama di Sulawesi Tengah (Sulteng) sepakat untuk menciptakan Pemilihan Umum (Pemilu) damai 2019. Hal itu ditandai dengan deklarasi pimpinan seluruh majelis agama dan organisasi keagamaan di Sulteng, Kamis malam (21/3) di tempat pertemuan Milenium Waterpark, Jalan Emy Saelan, Kota Palu. Deklarasi Pemilu damai dibacakan Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulteng, Dr H Muhtadin Dg Mustafa MHI dan disaksikan seluruh pimpinan agama, serta Kepala Badan (Kaban) Kesbangpol Provinsi Sulteng, Dr Fahrudin Yambas SSos MSi, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulteng, Dr H M Hidayat Lamakarate MSi dan pimpinan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulteng. Ada 5 butir deklarasi yang disepakati seluruh pimpinan agama. Yang pertama, seluruh pimpinan agama sepakat menjadi yang terdepan membangun dan merawat kerukunan umat beragama di Sulteng. Yang kedua, pimpinan agama berperan aktif menyukseskan Pemilu. Yang ketiga, pimpinan agama mendukung kampanye yang mengedepankan visi, misi, serta program kerja dan menolak kampanye yang dilakukan di rumah ibadah. Yang keempat, seluruh pimpinan agama menolak penyebaran berita hoax yang bisa berdampak pada kerukunan umat beragama. Dan yang kelima, pimpinan agama menolak segala bentuk politik uang dan politisasi isu-isu sara. Deklarasi ini ditandatangani, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulteng, Dr H Rusman Langke MPd, Kaban Kesbangpol Sulteng, Dr Fahrudin SSos MSi, Ketua FKUB Provinsi Sulteng, Prof Dr H Zainal Abidin MAg, MUI Provinsi Sulteng, Dr H Sofyan Bachmid SPd MM, Majelis Agama Kristen, Pdt Thomas Tantotosi STh MTh, Majelis Agama Katolik, Pastor Fransiskus W Mandagi Pr, Majelis Agama Hindu, Drs I Nengah Wandra, Majelis Agama Budha, Wijaya Chandra, dan KomKoman Divisi Palu Timur Gereja Bala Keselamatan, Mayor Erik A Kape STh, serta Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola MSi sebagai mengetahui. Ketua FKUB Sulteng, Prof Zainal dalam sambutannya menyampaikan terciptanya Pemilu damai adalah harapan seluruh pihak yang menghendaki persatuan. “Semoga yang kita deklarasikan malam ini tercapai. Sehingga Pemilu aman bisa terwujud. Saya rasa semua ajaran agama mengajarkan kedamaian. Tidak ada satu pun agama yang mengajarkan kegaduhan,” kata Prof Zainal. Ketua MUI Palu ini optimis Pemilu damai bisa terwujud di Sulteng. Dia juga mengingatkan kembali seluruh pimpinan agama untuk mengajak seluruh masyarakat menciptakan Pemilu yang damai. “Itulah sebabnya saya optimis selaku Ketua FKUB Sulteng bekerja sama dengan KPU. Bagaimana kita bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh msyarakat untuk mengajak masyarakat kita untuk menyukseskan Pemilu damai,” jelasnya. Sekda Provinsi Sulteng, Dr H M Hidayat Lamakarate MSi menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pimpinan agama yang kompak bersama-sama menjaga kondusifitas Pemilu 2019. “Kami yakin dengan deklarasi damai malam ini di bawah FKUB bersama seluruh tokoh agama, Pemilu bisa brjalan damai,” ucap Hidayat Lamakarate. Hidayat juga menyinggung perlunya sikap para peserta Pemilu yang mencontohkan perdamaian. Tidak mengajarkan masyarakat agar terkotak-kotak. “Jangan kita terkotak-kotak karena Pemilu ini. Dulunya minum kopi sama-sama. Karena beda pilihan, sekarang biar minum kopi, sudah tidak mau sama-sama. Padahal bagus sekali beda atribut jalan sama-sama,” demikian kata Sekprov, Hidayat. (saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.