Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pilakda Serentak | Di Buol Petahana Masih Unggul Sementara

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Di Bangkep, Zamra dan Irhes Saling Kejar Suara

MEMILIH : Masyarakat di Desa Bongo Kecamatan Bokat sedang memasukan kertas suaranya hasil pilihannya terhadap salah satu paslon Bupati dan Wakil Bupati Buol, Rabu (15/2). Foto: Rustam Baculu)

BUOL – Pilkada di 101 daerah di Indonesia, baik provinsi maupun kabupaten dan kota sudah teraksana Rabu (15/2). Saat ini telah menyebar hasil quick count di berbagai media yang bersumber dari berbagai lembaga survey.

Lantas bagaimana perkembangan hasil sementara Pilkada di dua kabupaten di Sulteng, Kabupaten Buol dan Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) terus masuk ke Posko Pilkada Radar Sulteng. Dengan hasil sementara yang peroleh untuk Kabupaten Buol petahana dr Amirudin Rauf SPOG MSi-Abdullah Batalipu SSos MSi masih terus memimpin perolehan suara (46 persen), menyusul pasangan DR Syamsudin Koloi-Dra Hj Nurseha Batalipu (37 persen), dan pasangan Efendi Nonci-Drs Sarmin Daimaroto (17 persen).

Menurut Sayuti Sahidong, salkah seorang tokoh masyarakat yang juga pengamat politik daerah itu, pasangan Amirudin Rauf-Abdullah Batalipu masih unggul. Di beberapa tPS di sebuah kelurahan dan desa dan hitungan per kecamatan, pasangan ini masih unggul. “ Pasangan pak dokter Rudy (Amirudin Rauf) dan pak Abdullah Batalipu itu masih unggul. Hampir semua TS pasngan ini menang, “ kata Sayuti.

Bahkan, di beberapa TPS yang menjadi basis massa pasangan Syamsudin Koloi-Nurseha dimenangkan oleh pasangan Amirudin dan Abdullah Batalipu.

“Di beberapa titik basis massa pasangan Syamsudin Koloi-Nurseha yang menang justru pasangan Amirudin Rauf dan Abdullah Batalipu. Ini memang mahkamah rakyat. Rakyat yang menentukan siapa pemimpinnya lima tahun kedepan, “ paparnya.

Seperti berita sebelumnya, Sayuti mengatakan, pasangan Amirudin diprediksinya akan memenagkan Pilkada Buol disebabkan beberapa hal, salah satunya karena program yang ditawarkan oleh pasangan Amirudin Rauf dan Abdullah Batalipu sangat realistis, masuk akal, dan menjadi kebutuhan rakyat Buol saat ini. “ Saya melihat pasangan Amirudin Rauf dan Abdullah Batalipu unggul di program yang mereka canangkan dan telah ditawarkan kepada masyarakat, “ tandasnya.

Sedangkan laporan dari Bangkep pasangan Irianto Malinggong-Hesmond Pandili (Irhes) saling kejar mengejar perolehan suaranya dengan pasangan Zainal Mus-Rais Adam (Zamra).

Hasil pemungutan suara Pilkada tahun 2017 Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) sampai saat ini masih belum 100 persen. Tapi dapat diberikan gambaran dari beberapa sampel suara di kecamatan, pasangan nomor urut 3 Zainal Mus – Rais Adam (Zamra) dan pasangan calon nomor 4 Irianto Malinggong – Hesmon (Irhes) saling kejar.

Di kecamatan Tinangkung, desa Bongganan, Zamra unggul atas Irhes. Sementara di desa sebelahnya, desa Baka Irhes unggul.

Di beberapa kecamatan lain, Zamra unggul di kecamatan Bulagi dan Tababa. Namun di kecamatan lainnya, Peling Tengah dan Tinangkung Irhes unggul dalam perolehan suara.

Ketatnya perolehan hasil suara ini, rupanya membuat kedua tim pemenangan paslon tegang. Bahkan tertutup. Ketua Dewan Penasihat Tim Pemenangan Irhes Sulaeman Husen, mengatakan hasil ini belum final. Belum bisa dipublikasikan. Bahkan gesture muka Sulaeman kelihatan tegang.

Sebaliknya Ketua Tim Pemenangan Zamra Hata Mayuna, belum bisa memberikan hasil tabulasi suara. Ditemui di sekret Zamra, Hatta berujar bahwa pemberian tabulasi nanti ketika sudah final 100 persen.

Begitu juga dengan real count C1 dari website KPU RI, juga tidak bisa diandalkan untuk membandingkan tabulasi suara. Data yang masuk 0 persen.

Sementara itu, beberapa data yang masuk ke Radar Sulteng memang menyebutkan ada kemenangan pada pihak Irhes. Dan juga kemenangan pada pihak Zamra. Namun sayangnya data itu belum bisa dipertanggungjawabkan. Lembaga survey pun tidak ada yang membuka tabulasi suara di kabupaten Bangkep.

Begitu juga di TPS, sulitnya memperoleh informasi. Di beberapa TPS, ada petugas kepolisian yang melarang wartawan mencatat hasil perolehan suara dengan alasan suara tersebut belum selesai. Wartawan tidak diperbolehkan masuk kedalam. Begitu juga dengan pada saat pencoblosan, di TPS 2 Baka, wartawan dilarang masuk mengambil gambar. Boleh mengambil gambar dari luar.

Namun hasil dari dua kabupaten di Sulteng itu yang mengklaim kemenangan masih terjadi antara tim Pemenangan, karena belum ada real count atau hasil nyata dari hitung cepat tersebut. Semuanya akan ditentukan oleh perhitungan masing-masing KPU, baik di Buol maupun di Bangkep. Kita tunggu beberapa pekan kedepan, hasilnya sudah pasti.(mch/bar)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.