Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Petugas Temukan Narkoba  di Halaman Rutan Palu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

DALAM RUTAN: Kepala Kesatuan Pengawasan, Sahrin menunjuk lokasi ditemukannya bungkusan narkoba di dalam kawasan Rutan. Kepala Rutan, Sopian (kiri) dan Kabid Pemberantasan BNNP, AKBP Ridwan (tengah) tampak mengamati, Selasa (28/2). (Foto: Safrudin)

PALU – Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas II A Palu kembali menemukan narkoba di halaman dalam Rutan. Barang haram tersebut pertama kali didapatkan Kepala Kesatuan Pengamanan, Sahrin pada Senin malam (27/2) sekitar pukul 22.00 wita saat melakukan pengawasan di dalam Rutan.

Narkoba yang belum diketahui jenisnya itu, pada Selasa pagi kemarin (28/2) diserahkan kepada Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP).

Menurut Kepala Rutan Klas II A Palu Sopian, masuknya narkoba ke dalam Rutan melalui dinding belakang. Sopian menjelaskan bahwa Rutan tersebut memang sudah tidak layak karena sekalipun pengawasan di bagian depan dijaga dengan ketat, namun dinding yang terlalu tinggi serta berdekatakan dengan jalan membuat orang dengan mudah melempar sesuatu masuk ke dalam Rutan.

“Dilempar dalam bentuk bungkusan kertas dan tisu. Di dalam kertas dan tisu itu, ada kertas plastik bening. Narkobanya dalam plastik bening,” ucap Sopian kepada Radar Sulteng, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (28/2).

Sopian mengungkapkan, sejak 2017, kejadian ini merupakan yang pertama kali. Menurutnya ada indikasi warga binaan menggunakan handphone di dalam Rutan sehingga ada yang melempar narkoba ke dalam Rutan.

“Kemungkinan sudah ada komunikasi sebelumnya. Antara warga binaan dengan yang melempar narkoba tersebut. Bisa jadi, menggunakan HP. Atau bisa juga sudah janjian dengan pembesuk yang datang untuk melempar narkoba ke dalam Rutan,” terangnya.

Namun Sopian menegaskan, pihaknya sudah berupaya untuk menghindari hal-hal yang tidak semestinya masuk ke dalam Rutan, seperti handphone. Melalui prosedur yang diterapkan kepada setiap pembesuk yang datang, baik itu barang bawaan maupun pembesuk diperiksa. Namun Sopian tidak memungkiri, ketika petugas yang melakukan pemeriksaan sampai kecolongan sehingga ada barang-barang yang tidak semestinya masuk ke dalam Rutan.

“Namanya juga manusia. Pasti ada rasa jenuhnya setiap hari bertugas memeriksa setiap pembesuk dan barang bawaan pembesuk. Kita di sini kekurangan sarana dan prasarana. Namun itu tidak boleh jadi alasan. Kami tetap berupaya untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan,” tandasnya.

Radar Sulteng berkesempatan masuk ke dalam Rutan bersama perwakilan BNNP untuk melihat langsung lokasi jatuhnya narkoba tersebut. Tempat jatuhnya narkoba tersebut sekitar 3 meter dari dinding pembatas antara Rutan dengan jalan. Ketinggian dinding juga dinilai sangat tidak layak. Hanya sekitar 4 meter, sehingga memudahkan orang yang memiliki niat tidak baik. Jatuhnya barang haram tersebut, tepat berada di samping  kamar warga binaan.

Kepala Bidang (Kabid) Pemberantasan BNNP, AKBP Ridwan mengatakan pihaknya akan meneliti terlebih dahulu narkoba yang kurang lebih 1/4 gram yang ditemukan petugas Rutan tersebut.

“Kurang lebih beratnya 1/4 gram ini karena hanya dalam plastik kecil seperti ini. Dan sepertinya ini jenisnya campuran. Makanya harus kami periksa terlebih dahulu,” ucapnya.

Ridwan menjelaskan, jika ada warga binaan yang melalui tes urine ketahuan pengguna narkoba, pihaknya tidak bisa langsung mengambil dan melakukan rehabilitasi. Karena dalam pelaksanaan rehabilitasi, kata Ridwan, harus ada peran keluarga yang aktif untuk membantu proses rehabilitasi. Selain itu, keterbatasan tempat rehabilitasi juga masih menjadi kendala.

“Untuk Indonesia, baru ada 4 tempat rehabilitasi. Untuk Sulawesi, ada di Makassar. Jadi kalau ada dari Palu ingin direhabilitasi harus ke Makassar. Itu pun terbatas dari segi ruangan,” pungkasnya. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.