Petinggi Poso Energy Libur Lebaran, Agenda RDP DPRD Ditunda

Terkait Pengerukan Danau yang Dikhawatirkan Merusak Situs Goa Pamona

- Periklanan -

PALU – Agenda DPDR Sulteng menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pengerukan dasar danau Poso yang dikhawatirkan warga dan pihak Sinode GKST beberapa waktu lalu dengan pihak PT. Poso Energi bersama dinas terkait terpaksa tertunda.
Tertundanya RDP yang diagendakan komisi III DPRD Sulteng dan sedianya dilaksanakan, Kamis (6/5/2021), itu karena para petinggi di PT. Poso Energi sudah libur lebaran.

Ketua DPRD Sulteng, Nilam Sari Lawira dikonfirmasi Radar Sulteng, Sabtu (8/5/2021) membenarkan agenda RDP Komisi II DPRD Sulteng dengan pihak PT. Poso Energi dengan sejumlah instansi terkait. “Memang sdh diundang PT Poso Enargi, dinas ESDM Prov, Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi, PT PLN, Dinas Lingkungan Hidup Prov, Dinas pendidikan dan Kebudayaan Prov, Balai sungai Sulawesi III. Hari kamis tgl 6 Mei 2021 Jam 10 Pagi, Mau RDP dgn Komisi 3.

Tapi PT Poso Energi kabarkan bahwa semua petinggi nya sdh libur lebaran, jadi ditunda habis lebaran baru diundang kembali, demikian. Mhn maaf slow respon,” tulis Nilam Sari melalui pesan WhatsApp.

Senada dengan itu Ketua Komisi III DPRD Sulteng, Sony Tandra dikonfirmasi terpisah, juga membenarkan ada agenda RDP dengan pihak PT. Poso Energi. “Betul tapi Poso Energi belum bisa hadir karena sdh libur lebaran, jadi RDP dijadwalkan kembali sesudah lebaran,” jelas Sony Tandra melalui pesan WhatsApp.

Humas PT. Poso Energi, Cristian Gundo dihubungi via telepon, Sabtu malam mengaku belum tahu persis soal agenda DRP DPRD Sulteng dan akan menyampaikannya ke pimpinan. “Saya sekarang ini sedang libur jadi belum tahu persis soal agenda RDP Poso Energi dengan DPRD Sulteng. Coba nanti informasi ini saya teruskan ke pimpinan dulu,” ucapnya.

Minggu siang Cristian Gundo kembali memberi penjelasan terkait tertundanya agenda RDP Poso Energy dan DPRD Sulteng. “Sdh dikonfirmasi langsung ke wakil ketua dprd bhwa site project sdh off sjk 26 april krywn mulai dipulangkan terkait peraturan mudik 6-17 mei. Site project akan aktif lagi 24mei 2021. Sehingga segala hal terkait project jg baru bs dilaksanakan stlh tgl 24 mei 2021.

- Periklanan -

Lalu di kantor pusat sendiri tidak dibolehkan lagi ada perjalanan luar kota sampai 20 mei.
Info dr dprd sulteng bhwa akan ada reschedule undangan ke akhir mei,” tulis Cristian melalui pesan WhastApp.

Diberitakan sebelumnya, menyikapi aktivitas pengerukan dan penghancuran bebatuan di dasar danau Poso khususnya di sekitar area Gua Pamana, Majelis Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) melayangkan surat resmi kepada pihak PT. Poso Energy selaku pelaksana proyek pengerukan dasar Danau Poso.

Dikonfirmasi Radar Sulteng, Rabu lalu (3/2/2021) Ketua Majelis Sinode GKST, Pendeta. Jetroson Rense, MTh membenarkan pihak Majelis Sinode GKST telah mengirim surat PT. Poso Energy. “Benar sudah kami kirimkan ke PT. Poso Energy kemarin,” kata Jetroson melalui pesan WhatsApp.

Adapun perihal surat yang dikirimkan ke PT. Poso Energy jelas Jetroson Rense terkait, penghentian batu dasar danau/sungai di area Gua Pamona.

Memperhatikan pengerjaan pengeboran batu-batu dasar Danau Poso/ sungai di aera Gua Pamona yang sementara berjalan, maka dengan ini Majelis Sinode GKST mengajukan pertimbangan masukan di antaranya, batu-batu di dasar danau/sungai area Gua Pamona patut diduga memiliki keterkaitan erat dengan batu-batu di dinding Gua Pamona, yang bila tidak diperhitungkan dengan baik akan mendatangkan dampak kerusakan yang besar terhadap Gua Pamona dan sekitarnya.

Gua Pamona merupakan gua purbakala yang telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya yang dilindungi oleh undang-undang Nomor 5 tahun 1992. Lokasi area Gua Pamona berada di dalam penguasaan tanah milik GKST.

Mengingatkan kembali awal pengerjaan pengerukan dasar danau/ sungai Poso sosialisasi yang dipaparkan oleh pihak perusahaan PT. Poso Energy adalah melakukan pengerukan sedimen-sedimen (pasir/lumpur) di dasar danau/sungai dengan lancarnya pergerakan air, bukan penghancuran batu-batu di dasar danau. “Berdasarkan beberapa poin tersebut Majelis Sinode GKST meminta kepada pimpinan PT. Poso Energy untuk menghentikan pengeboran batu-batu di area Gua Pamona, demi keberlangsungan kelestarian lingkungan dan kemaslahatan bersama,” jelas Jetroson. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.