PETI Poboya Tinggalkan Bekas Galian 73 Hektare

- Periklanan -

PALU – Bekas aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Kelurahan Poboya meninggalkan bekas galian aktivitas tambang emas yang belum direhabilitasi.

Data yang dimiliki CPM, luas lahan bekas PETI yang ditinggalkan pemiliknya usai penertiban yang dilakukan kepolisian tercatat sekitar 73 hektare, mencakup wilayah kontrak karya CPM dan sebagian di wilayah Taman Hutan Raya (Tahura).

PT Citra Palu Minerals (CPM) berencana akan merehabilitasi sisa PETI yang dia Poboya, Kota Palu. Sisa penambangan ilegal itu adalah peninggalan sejumlah penambang ilegal yang pernah ditertibkan polisi beberapa tahun yang lalu.

- Periklanan -

“Sisa material penambangan ilegal akan kelola konservasi lingkungannya oleh CPM. Material yang ada akan ditampung dan melalui proses untuk memisahkan material padat tanah dan air. Salah satunya bisa dibuat untuk bahan batako,” kata Manager Eksternal Relation & Permit CPM, Amran Amier akhir pekan lalu.

Menurut Amran, sebagai perusahaan yang memiliki kontrak karya di kawasan penambangan Poboya, CPM memiliki tanggungjawab sosial, untuk itu bekas peninggalan aktivitas PETI akan dilakukan konservasi sumber daya alam dan konservasi lingkungan.

CPM tentu memiliki tanggungjawab untuk merehabilitasi lokasi bekas aktivitas tambang ilegal yang sudah ditinggalkan pemiliknya dengan bekerja sama pihak Tahura.“Tentu kami tetap akan mengajukan izin pengolahan bekas tambang ilegal di Poboya,” ujarnya. (*/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.