Petani Disarankan Tanam Palawija

- Periklanan -

FOTO: MOH SALAM/RADAR SULTENG
MEMBAJAK SAWAH: Petani yang berada di Kabupaten Sigi sedang membajak sawahnya untuk kembali menanam Palawija jenis Jagung Rabu, (5/12).

SIGI – Pasca Gempa bumi yang melanda wilayah Sulawesi Tengah khususnya Kabupaten Sigi akhir September yang lalu sepertinya bukan hanya merusak fasilitas umum dan fasilitas pendidikan lainnya, namun juga membuat tanah persawahan yang berada di wilayah tersebut ikut rusak sehingga banyak lahan persawahan yang ada di Kabupaten Sigi tidak bisa digunakan untuk bercocok tanam kembali.

Pantauan Radar Sulteng banyak lahan persawahan yang berada di Kabupaten Sigi tidak kembali digunakan untuk bercocok tanam disebabkan selain tanahnya yang sudah bergelombang serta tidak adanya sumber air untuk mengairi lahan tersebut.

Masno salah satu petani yang berada di Kabupaten Sigi menuturkan hanya menanam tanaman palawija yang tidak terlalu banyak menggunakan air seperti jagung, bawang dan kacang tanah sehingga air untuk membasahi dan menyiram tanaman tersebut hanya menggunakan air yang dimodifikasi menjadi kincir air.

“Petani disini mau menanam sayuran dan tanaman itu sulit karena irigasi pasca gempa dan likuifaksi ini rusak makanya air untuk persawahan kami itu tidak ada lagi, dan juga kami sudah usahakan sedot air menggunakan mesin dari bawah tanah tapi ada juga yang tidak menemukan sumber air,” tuturnya.

- Periklanan -

Sementara itu Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Ir Retno Erningtyas MSi mengungkapkan berdasarkan hasil laporan tim yang melakukan pemeriksaan dilapangan kerusakan lahan akibat bencana yang melanda Sulawesi Tengah tersebut adalah Kabupaten Sigi.

“Laporan yang kami terima itu ada 9.720 hekto are (ha) dari Kabupaten Sigi, Parigi dan Donggala. Yang paling besar dan luas terdampak bencana adalah Kabupaten Sigi,” ungkapnya.

Ia pun menyebutkan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura sudah berkoordinasi dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah untuk segera melakukan analisa tanah serta melihat potensi ketersediaan air yang ada di Kabupaten Sigi khususnya wilayah-wilayah yang sangat terdampak parah akibat Gempa bumi dan likuifaksi.

“Jadi kami pun sudah melakukan koordinasi dengan Kepala BPTP untuk menganalisa tanah dan ketersediaan air di wilayah tersebut sehingga kemungkinan untuk tanaman palawija yang tahan kondisi lahan kering dan membutuhkan air sedikit itu yang akan kami lakukan misalnya tanam jagung,” sebutnya.

Kabid Produksi Tanaman Pangan tersebut juga mengatakan selain ketersediaan air untuk mengairi persawahan yang ada di Kabupaten Sigi juga masih adanya rasa trauma akibat bencana yang masih dirasakan petani-petani sehingga harapannya kedepan intansi terkait bisa membantu para petani untuk membangkitkan kembali semangat agar segera mengolah kembali lahan ladang maupun persawahannya masing-masing.

“Hanya memang ini ada sedikit trauma ditengah-tengah para petani jadi memang perlu dibangkitkan motivasinya dan semangatnya untuk mau mengolah kembali lahannya tentunya difasilitasi dan dibantu oleh Dinas serta instansi terkait,” tandasnya. (slm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.