Perusahaan PT. Wahana Mitra Kontrindo Terdaftar di LPJK Nasional dan Alamat Jelas

- Periklanan -

PALU-Direktur Utama PT. Wahana Mitra Kontrindo (PT.WKT), Ir. Bakri Hamrun, melakukan klarifikasi soal adanya tuduhan yang menuding perusahaan miliknya tidak terdaftar di Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Nasional, terkait tender proyek yang dilaksanakan oleh Pokja MAN Surumana Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

” Kami harus mengklarifikasi bahwa perusahaan kami dituding tidak terdaftar di LPJK Nasional itu tidak benar. Yang benar adalah kami sangat jelas terdaftar di LPJK Nasional, “ tegas Bakri Hamrun kepada Radar Sulteng, seraya menyerahkan sejumlah dokumen perusahaannya termasuk data entri dari LPJK Nasional, Rabu (9/6).

Selain mengklarifikasi soal LPJK, Bakri Hamrun juga menyebutkan bahwa perusahaannya memiliki alamat yang sangat jelas di Kota Palu, bukan alamat palsu. Bakri lalu memberikan alamat kantor perusahannya, yang terletak di Jalan Maleo No. 131 Kelurahan Tanamodindi Kecamatan Mantikulore Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah. Juga dengan nomor kontak atau nomor telepon kantornya yaitu 0451-452215.

Menurut Bakri bagaimana perusahaannya mau mendaftar tender proyek bila perusahaannya tidak terdaftar di LPJK Nasional. Jadi Bakri mengklarifikasi alamatnya bukan palsu, yaitu alamatnya yang sekarang ada di Jalan Maleo Kota Palu.

- Periklanan -

Dijelaskannya, bahwa ada surat keterangan transisi dari LPJK dengan PUPR dan tidak mungkin terproser kalau tidak ada dokumennya yang lengkap. Perusahaan ini sangat kapabel begitu juga pokjanya professional.

Surat keterangan dari Pengurus Daerah Gapensi Sulteng yang menyebutkan bahwa PT Wahana Mitra Kontrindo telah memasukan berkas permohonan perpanjangan Sertifikat Badan Usaha (SBU) ke BPD Gapensi Sulteng sejak 5 Januari 2021.

Pernyataan Bakri Hamrun ini, mengklarifikasi pernyataan Direktur PT. Nur Asbahul Perkasa (PT.NAP), Amrullah, yang diberitakan media ini edisi 7 Juni 2021, bahwa sebelumnya dirinya melakukan lelang di Kementerian Agama (Kemenag) terkait dengan pembangunan sekolah MAN Surumana Kabupaten Donggala, menurut dia (Amrullah) terlihat adanya kejanggalan saat pemenang lelang yang diumumkan setelah hasil evaluasi perusahaan yang menang tidak ditemukan datanya di website LPJK.

Diakhir keterangan klarifikasinya, Bakri berharap keputusan dari Pokja ini kita dukung bersama, disebabkan proyek ini adalah proyek negara bukan proyek milik swasta.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.