alexametrics Perusahaan PT. Erda Indah Datangkan Teknisi Genjot Percepatan Huntap di Lompio – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Perusahaan PT. Erda Indah Datangkan Teknisi Genjot Percepatan Huntap di Lompio

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

DONGGALA-Memasuki bulan ke lima pasca penandatanganan kontrak kerja PT. Erda Indah selaku vendor atau pihak ketiga dalam pembangunan rehabilitasi dan rekonstruksi (Rehab rekon) di Desa Lompio Kabupaten Donggala mendatangkan tim teknisi yang memiliki keahlian khusus dalam membangun Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha).

Dijelaskan teknisi pelaksana PT Erda Indah, Indra Saputra yang saat itu didampingi Fahrul M. Nur, bahwa tim yang berjumlah 20 orang dipimpin oleh Yayat Ruhiyat, dan melibatkan pula tenaga-tenaga lokal yang tidak kalah bersaing tersebut dibagi dalam 3 (tiga) sesi, yakni pembesian, pengecoran dan instal panel.

Para teknisi ini memiliki pengalaman mempuni dalam hal penanganan rumah Risha disejumlah wilayah terdampak bencana, yang menggunakan teknologi Risha seperti di Nias, Aceh dan Lombok.

“ Tim tersebut akan membawa perubahan signifikan akhir bulan ini, “ tegas Indra Saputra dan Fahrul M. Nur.

Disela-sela kesibukan mereka berdua mengarahkan para karyawan di workhsop yang tidak jauh dari lokasi pembangunan, media ini mencoba melakukan konfirmasi-konfirmasi soal kelayakan bangunan, yang sebelum ini banyak dibangun bangunan yang tidak berkualitas. Semoga perusahaan ini memuhi harapan masyarakat lahirnya bangunan Risha yang berkualitas.

Dalam keterangannya, Indra Saputra dan Fahrul M Nur optimis
dengan kehadiran tim yang memiliki sertifikasi dan ketepatan metode kerja dalam pencapaian target dan progres pekerjaan.

Dijelaskannya, sejumlah permasalahan mereka temui di lapangan empat bulan belakangan ini, salah satunya minimnya tenaga teknisi yang ahli dibidangnya hingga berakibat lambannya pencapaian target. Ditambah lagi bahan-bahan material bermutu seperti pasir, batu split 3/8 didatangkan dari Labuan.

Sebanyak 300 unit rumah yang akan dibangun di Lompio tersebut masing-masing di kerjakan oleh PT. Konstrindo Putra Perkasa sebanyak 50 unit, PT. HK 150 unit, dan PT. Erda Indah sebanyak 100 unit. Sementara itu, sebanyak 116 unit di Desa Tanjung Padang dikerjakan oleh PT. Arasma Mulya.

Pantauan media ini di dua titik lokasi Kecamatan Sirenja, yakni di Desa Lompio dan Tanjung Padang terlihat kegiatan para aplikator dari empat perusahaan tersebut sudah menunjukkan kemajuan pekerjaan meski sejauh ini masih terlihat minimnya bangunan terinstal karena pihak vendor masih fokus pada pembesian dan pengecoran.

Moh. Syarif, ST, selaku konsultan yang dipercayakan dalam mengawasi dan memantau serta menginspeksi sejumlah penggunaan material yang bermutu dan berkualitas di PT. Arasma Mulya selaku kontraktor pelaksana pembangunan huntap di Desa Tanjung Padang.

Sementara itu relawan Pasigala bencana Sulteng Moh. Raslin, Maslono dan Afdal jurnalis independen, tengah melakukan pemantauan dan investigasi di lapangan juga angkat bicara terhadap beberapa kendala yang dialami para vendor, salah satunya adalah faktor kenaikan sejumlah bahan-bahan material bangunan seperti besi, canal baja ringan, dan seng.

Hal tersebut sangat berdampak pada minimnya anggaran karena kucuran APBN senilai Rp 110,7 miliar untuk pembangunan 1.005 unit Hunian Tetap (Huntap) tersebut oleh pihak BUMN selaku kontraktor pelaksana disubkon ke vendor dengan nilai yang pas-pasan, membuat para Aplikator ngos-ngosan di lapangan disebabkan naiknya sejumlah bahan-bahan material.

“ Ibarat makan daging kerbau para vendor tinggal dapat tulang, ini bukan bohong apalagi hoax. Diduga kuat para vendor-vendor huntap telah menyetor mahar dengan angka yang cukup fantastis, “ sebut Moh. Raslin.

“ Sebagai warga terdampak realitas ini menyedihkan dan tragis karena proyek ini terlaksana karena kepedulian kami dalam membayar pajak, “ tandas Raslin dengan nada kesal.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.