Perusahaan Pengelola ATM Bank Bobol Rp 102 Juta

- Periklanan -

PALU – Aksi pencurian pembobolan mesin ATM yang dilakukan oleh mantan karyawan First Line Maintenance PT Swadharma Sarana Informatika (PT SSI), yang merupakan perusahaan penyedia sarana Teknologi Informasi dan pengelolaan ATM yang handal di wilayah Kota Palu.

Dari hasil pembobolan yang dilakukan pelaku inisial W alias Gopal dan FMS berhasil membawa uang Rp102 Juta di ATM di RS Anatura jalan kangkung Palu Barat dengan mudah.

Kapolda Sulteng, Irjen Pol Syafril Nursal, mengatakan bahwa kedua pelaku belum sempat menggunakan uang tersebut, sebab baru berselang satu hari pelaku sudah diamankan dengan jumlah uang Rp102 juta. Dirinya menyesali bahwa betapa pengamanan ATM sangat tidak baik.
“ Sehingga nantinya penyidik akan melakukan pemeriksaan kepada PT SSI dan Perbankan, karena bisa dengan mudah pelaku mendapatkan kunci,” katanya. (28/7) kemarin saat menggelar konfrensi Pers, di depan ruangan Ditkrimsus Polda Sulteng.

Kemudian, kejadian yang dilakukan pelaku juga, seperti yang terjadi di ATM BRI depan markas Brimob Polda Sulteng, bahwa modus sistem yang dilakukan, pelaku bisa memindahkan penarikan uang di ATM akan masuk di kotak yang sudah disediakan. “ Ini juga yang sementara kami dalami soal kasus menggandakan orang bertransaksi, jadi uang itu tidak keluar dan masuk kedalam kotak,” ungkap Syafril Nursal.

Sementara Dir Reskrimsus Polda Sulteng, Kombes Pol Eko Sulistyo Basuki, menjelasakan awal mula penangkapan tersangka yakni mantan karyawan PT. SSI sehingga mengetahui penyimpanan kunci brangkas dan tombak yang tersimpan di belakang layar Mesin ATM BRI Hotel Swiis Bell.

- Periklanan -

Dimana kunci tersebut ada delapan Kunci tombak beserta dengan kunci biasa, kemudian tersangka memastikan bahwa kunci tersebut yang diambil adalah kunci berangkas ATM yang ada di Rumah Sakit Anutapura Palu.
“Hanya 2 kunci yakni 1 kunci tombak dan 1 kunci biasa yang dibawanya, kemudian tersangka memisahkan kunci tersebut diatas mobil dan menyimpan ulang 6 kunci tombok beserta kunci biasa di ATM BRI di SPBU Jalan Diponegero, dimana ATM tersebut tidak terkunci, setelah itu tersangka langsung pergi menuju ke ATM BRI rumah sakit Anutapura, dan sesampainya disana tersangka W alias Gopal turun dan membuka ATM BRI dengan kunci yang ada serta mengambil uang yang ada dalam mesin ATM. Kemudian tersangka FMS berperan memantau situasi dengan menunggu di dalam mobil,” jelasnya.

Setelah berhasil membuka berangkas, tersangka W alias Gopal mengambil uang tersebut yang tersimpan di dalam kaset penyimpanan uang, tanpa menghitung terlebih dahulu uang tersebut langsung dimasukkan di dalam tas, selanjutnya tersangka W alias Gopal naik mobil dan berputar-putar di area Keamatan Palu Barat sambil menghitung hasil uang yang tersangka ambil diketahui sebesar Rp 102 juta.
“Uang hasil curian dibagi, dimana tersangka W alias Gopal mendapatkan bagian sebesar Rp60 juta dan tersangka FMS mendapatkan Rp42 juta. Disinilah diketahui bahwa peran tersangka, tersangka W alias Gopal berperan mengatur semua aksi pencurian dan yang turun mengambil uang didalam mesin ATM, tersangka FMS berperan sebagai sopir dan memantau situasi,” kata Eko Sulistyo Basuki.

Awalnya pada tanggal 18 Juli 2020 pada saat tim Jatanras Ditreskruimum Polda Sulteng sedang melaksanakan hunting kegiatan rutin untuk antisipasi kasus curat,curas dan Curanmor, kemudian menerima informasi adanya pencurian uang di ATM RS Anutapura Palu. “Tim langsung mendatangi TKP dan koordinasi dengan pihak Bank dan PT SSI untuk mendapatkan rekaman CCTV, setelah melakukan penyelidikan dalam tempo kurang dari 24 jam, tersangka berhasil ditangkap di rumahnya jalan Masmanyur Kelurahan Baru Kecamatan Palu Barat” jelas Eko Sulistyo Basuki.

Eko Sulistyo menyampaikan, tim Jatanras Polda Sulteng pada hari Minggu tanggal 19 Juli 2020 Pukul 04.00 wita, dengan tersangka sebagal berikut, Inisial W alias Gopal dan FMS. Barang bukti yang berhasil diamankan, Uang tunai sejumlah Rp 102 juta, dua buah kunci brangkas dan kunci T biasa, dua unit mobil Toyota Inova nomor polisi DN.1614.MD, dua tas tanser warna hijau merk Eiger.

Satu celana Panjang nitdm merk Billabong, satu lembar jaket switer warnd abu-abu merk Supreme, dan satu buah flash disc, kemudian satu buah kotak kaset tempat menyimpan uang. “Pasal yang dipersangkakan Pasal 363 KUHP subsider Pasal 362 KUHP tentang hukuman penjara 7 tahun Pencurian dengan pemberatam,” ujarnya. (who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.