alexametrics Pertemuan Tahunan BI 2021, Optimis Ekonomi Sulteng Bangkit – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pertemuan Tahunan BI 2021, Optimis Ekonomi Sulteng Bangkit

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Pemulihan perekonomian global terus berlanjut, meskipun masih terdapat kesenjangan antar negara akibat perbedaan akses terhadap vaksin dan ruang untuk dukungan kebijakan. Secara global pemulihan menghadapi berbagai faktor risiko, terutama kekhawatiran cepatnya penyebaran varian Delta dan kekhawatiran munculnya varian virus baru yang lebih agresif sehingga ketidakpastian outlook perekonomian meningkat.

Di Sulawesi Tengah (Sulteng) sendiri perekonomiannya tumbuh positif berada di tiga provinsi di antara provinsi-provinsi lain dan termasuk angka nasional yang negatif. “Jadi ini satu hal yang luar biasa,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulteng, M. Abdul Majid Ikram dalam sambutannya pada kegiatan Pertemuan Tahunan BI 2021 di Santika Hotel Palu, Rabu (24/11).

Abdul Majid mengharapkan pada akhir tahun 2021 pertumbuhan ekonomi akan dilanjutkan, dimana pada periode pertama tahun 2021 perekonomian Sulteng bisa tumbuh 6,5 persen, periode kedua 15,7 persen dan periode ke tiga tumbuh 10, 5 persen dan diperkirakan secara keseluruhan tahun 2021 perekonomian Sulteng akan tumbuh antara 9 sampai 10 persen.

Suatu yang luar biasa, meskipun di tengah pandemi Covid-19, Sulteng bisa tumbuh sangat tinggi dan bisa berkontribusi pada perekonomian nasional. “Ini tentunya tidak terlepas dari peranan dari sektor yang selama ini mendukung perekonomian Sulteng, terutama dari ekspor,” jelasnya.

Sebuah kesyukuran di wilayah timur Sulteng memiliki kelebihan sumber daya alam, yaitu pertambangan nikel dan baja. Sesuai dengan peta jalan dari pemerintah secara nasional, bahwa sumber daya alam tidak boleh diekspor dalam bentuk metah, tapi harus diekspor dalam bentuk nilai tambah yang lebih tinggi.

Sejak 2021 resmi tidak boleh lagi ekspor nikel dalam bentuk metah. “Selama tahun 2021 ekspor masih menjadi tulang punggung perekonomian. Walapun pertumbuhan ekonomi Sulteng tetap tinggi, tapi kita bisa menjaga inflasi rendah. Pada angka terakhir yang kita peroleh di tahun 2021 per bulan Oktober tercatat 1,73. Mudah-mudahan Desember nanti inflasi tidak tinggi,” urainya.

Sementara Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2020 dengan tema “Bersinergi Membangun Optimisme Pemulihan Ekonomi” yang diselenggarakan secara virtual pada hari ini (3/12) di Jakarta mengungkapkan, Bank Indonesia (BI) optimis pemulihan ekonomi nasional pada tahun 2021 dapat terwujud dengan penguatan sinergi melalui 1 prasyarat dan 5 strategi. Satu prasyarat tersebut adalah vaksinasi dan disiplin protokol COVID-19, dan 5 strategi respons kebijakan sebagai berikut : 1) pembukaan sektor produktif dan aman, 2) percepatan stimulus fiskal (realisasi anggaran), 3) peningkatan kredit dari sisi permintaan dan penawaran, 4) stimulus moneter dan kebijakan makroprudensial, dan 5) digitalisasi ekonomi dan keuangan, khususnya UMKM.

Demikian Pada kesempatan yang sama, Presiden RI, Joko Widodo, menekankan bahwa momentum pertumbuhan positif ini harus dijaga. Pelaksanaan protokol kesehatan harus terus dilakukan dengan disiplin dan terus waspada serta tidak lengah agar tidak muncul pandemi gelombang kedua yang akan merugikan upaya dan pengorbanan yang telah dilakukan. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.