Pertanian Masuk Sekolah di MAN 2 Palu

- Periklanan -

PALU-Madrasah Aliya Negeri (MAN) 2 Kota Palu, yang ditunjuk oleh Kementerian Pertanian melalui Dinas Pangan, telah berhasil menjalankan amanah untuk menjadi mitra atau percontohan program Pertanian Masuk Sekolah di Provinsi Sulawesi Tengah.

Dijelaskan oleh Kepala MAN 2 Kota Palu, H. Moh. Anas, program pertanian masuk sekolah adalah program Menteri Pertanian, yaitu program 100 hari Menteri Pertanian yang diterapkan di 30 provinsi, ada 68 titik madrasah atau pondok pesantren yang diberikan perhatian untuk melaksanakan program pertanian masuk sekolah ini.

“ Termasuk di Sulawesi Tengah ini ada dua sekolah, yaitu MAN 2 Kota Palu, dan SMAN Kabupaten Sigi, “ jelas H. Moh. Anas, kepada Radar Sulteng, Kamis (6/2).
Dikatakannya, program tersebut sesuai dengan keterampilan yang diajarkan di MAN 2, bukanlagi e-school, tetapi program kurikulum, yaitu pertanian, Tata Busana, dan desain grafis. “Semua kegiatan ini jalan semua, “ sebutnya.

Sejak November 2019 lalu, ketika diberikan bantuan Dinas Pangan Provinsi Sulteng dan stakeholder hampir setiap hari datang di MAN 2 Palu untuk memantau proses perkembangan kegiatan pertanian ini. Pihaknya merasa bersyukur, siswa MAN 2 berkesempatan menimba ilmu, karena mulai dari pengolahan tanahnya, pupuknya, begitu juga dengan cara menanam, dan memetik, juga belajar tentang anti hama. Semua diajarkan dengan baik kepada para siswa MAN 2 Kota Palu.

“Semua teknologi pertanian ini diajarkan semua oleh Dinas Pangan Sulteng. Bahkan kami tawarkan untuk mengajar langsung di kelas nanti, oleh para penyuluhnya, “ ungkap Moh. Anas.

Mengapa pihaknya sangat antusias, seirama dengan pemikiran pemerintah bahwa petani milenial harus diberi peran yang besar. Sebab, diketahuinya petani sekarang sudah uzur semua. Sudah punah. Sehingga program ini justru menumbuhkan minat para siswa milenial untuk mempelajarinya. Minimal alumninya masuk di Fakultas Pertanian di perguruan tinggi, supaya bisa menjadi sarjana pertanian yang andal.

“ Sebagai informasi dari Dinas Pangan, dalam waktu dekat ini MAN 2 Kota Palu akan dikunjungi oleh Menteri Pertanian, untuk melihat secara langsung kegiatan pertanian masuk sekolah, “ bebernya.

Untuk kegiatan pertanian yang sudah dilakukan, sejak bantuan diberikan, MAN 2 sudah melakukan panen dari hasil berkebun sayur-sayuran dan hortikultura, panen perdana dan dihadiri oleh stakeholder pertanian di Sulteng. Baik dari Kota Palu, maupun dari Dinas Pertanian dan Dinas Pangan Sulteng untuk melihat sampai dimana progress atau capai-capaian yang telah dilakukan di lapangan.

- Periklanan -

Sekarang ini, sudah memasuki tahap kedua, baik itu hidroponiknya, dan pembibitannya. Ada ribuan bibitnya, sehingga pihak sekolah harus membuka lahan lagi yang terletak di belakang sekolah, yang cukup luas. Karena di depan dan samping sekolah sudah full.
“Sekali lagi pada kesempatan ini saya mengucapkan banyak terima kasih atas dorongan dan partisipasi dalam rangka membina dan membimbing anak kami, “ katanya.

Guna mendukung kegiatan pertanian, pihak sekolah membeli dan melakukan pengadaan mesin dan tandon penampung air, serta slang untuk mengaliri air ke semua bedeng-bedeng tanaman. “ Setiap sore kami berkunjung di kebun ternyata sangat sejuk mata memandang, dan enak berada di tengah-tengah kebun sekolah, “ ujar Moh. Anas, menceritakan keberhasilan madrasahnya mengemban tugas ini.

Semua kegiatan juga dibackup penuh dari Menteri Pertanian RI sebesar Rp 50 juta tunai, dan dibelikan semua peralatan yang dibutuhkan. Bila ada kekurangan ditambah oleh pihak sekolah. Hasil dari perkebunan juga dibeli oleh guru-guru, masyarakat, dan dari Dinas Pangan. Hasilnya juga akan digulirkan kembali, dan berharap akan membesar menjadi sebuah produksi ekonomi. Selanjutnya ada bantuan 100 ekor ayam kampung.

Sementara itu, Ketua OSIS MAN 2 Kota Palu, Ilham Rahman Rusli, Kelas XI Kimia 3, didampingi mantan Ketua OSIS MAN 2 Palu Abdurahman, mengatakan, dengan adanya program dari pemerintah ini, sangat berdampak baik. Memberikan edukasi, bisa memberikan pembelajaran bagaimana kita bisa menghasilkan barang-barang produktif.

Apalagi saat penanaman, para siswa didampingi, mulai dari membuat bedeng sampai panen. Setelah panen, kemudian datang lagi tim dari Dinas Pangan untuk memberikan edukasi juga bagaimana caranya melawan hama. Karena kondisi lahan makin lama akan kena hama.

“Jadi mereka datang mengajarkan kita, bagaiamana caranya untuk tetap mengontrol tanaman supaya tidak dikuasai oleh hama, sehingga menghasilkan hasil panen yang bagus, dan maksimal, tanpa mengurangi kualitas. Karena kita menggunakan anti hama yang alami, yaitu menggunakan teknologi kunyit yang disemprotkan ke tanaman rica supaya anti hama bekerja. Juga, mengalihkan hama ke pohon bunga matahasi yang kami tanam di sela-sela bedeng, “ jelasnya.

Sedangkan Abdurrahman, mengharapkan kepada adik-adik kelasnya, jika ada program-program kerjasama dengan dinas seperti ini selalu direspon dan bekerjasama. Sehingga terjadi hubungan silaturahmi antar siswa dengan pihak manapun yang ingin kerjasama.
“Adanya program pertanian masuk sekolah di MAN 2Kota Palu, saya merasa bangga ketika MAN 2 terpilih menjadi salah satu sekolah dari sekian banyak sekolah di Sulteng, hanya ada dua yang terpilih menjadi program percontohan dari kementerian pertanian, “ ujarnya.

Ketika dimulainya pembukaan lahan di sekolah, semua siswa diarahkan untuk belajar bertani, membuat bedengan dan lainnya. Ini akan membiasakan adik-adik kelas kita bekerja, sekaligus membayangkan bahwa siapapun orang tuanya yang petani seperti inilah kerja keras orang tuanya, untuk menyekolahkannya di tengah terik matahari, dan tidak mengenal lelah.

“ Kami bersyukur sekali ada program petani milienial atau pertanian masuk sekolah. Bisa mengajarkan kita kedepannya, karena kedepan tidak mungkin kita semua akan menjadi pegawai. Olehnya ini sangat bagus sekali ada pertanian ini, ada peluang yang kita bisa usahakan nanti kelak di masa depan kami, “ kata Rahman.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.