Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Pertamina Berencana Terapkan HET Sama Antarprovinsi

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi, warga menukarkan gas 3 kg. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Salah satu penyebab kurangnya elpiji 3 kg di Kota Palu diduga karena adanya oknum yang mendistribusikan elpiji 3 kg ke luar kota Palu.

Hal tersebut juga diakui General Maneger PT Pertamina (Persero) MOR VII Sulawesi, Joko Pitoyo yang ditemui di sela-sela kegiatan launching produk Pertamac Turbo dan Dexlite di SPBU Jalan Moh Yamin, Kamis (13/4).

Diungkapkannya hal tersebut karena Harga Eceran Tertinggi (HET) di Kota Palu merupakan HET terendah setelah Makassar.

“HET di Palu itu hanya Rp 16 ribu. Sedangkan Gorontalo dan Sulbar Rp 18 ribu,” ujarnya.

Dengan adanya perbedaan harga seperti itu, menurutnya memang rentan terjadi penyelundupan atau pendistribusian elpiji 3 kg ke Provinsi lain.

Joko Pitoyo mengungkapkan bahwa dari Pertamina, ada upaya penyamarataan harga antar Provinsi sehingga tidak memungkingkan bagi orang yang ingin menyelundupkan elpiji ke tempat lain. Selain itu, Joko Pitoyo juga menjelaskan bahwa telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulteng membahas terkait elpiji.

“Sudah ada pertemuan dengan Gubernur. Pejabat PNS itu, tidak dianjurkan menggunakan elpiji 3 kg. Makanya PNS diminta beralih ke Bright Gas yang 5,5 kg,” terangnya.

Terkait dengan pengguna elpiji 3 kg, Joko Pitoyo menegaskan bahwa produk bersubsidi itu hanya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu serta berpenghasilan di bawah Rp 1.5 juta/bulan.

“Elpiji 3 kg, jenis subsidi. Hanya diperuntukkan warga kurang mampu yang berpenghasilan maksimal Rp 1,5 juga/bulan,” pungkasnya. (saf)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.