Pertamakalinya, Gubernur Sulteng Lantik Kepala SLB

- Periklanan -

PALU – Untuk pertamakalinya, Gubernur Sulawesi Tengah, Drs H Longki Djanggola MSi melantik sejumlah kepala sekolah luar biasa (SLB). Ada sekitar 16 Kepala SLB yang menjadi pelaku sejarah untuk pertamakalinya dilantik oleh Gubernur Sulteng.

Pelantikan dan pengukuhan kepala-kepala SLB se Sulteng itu, digelar Senin (11/11) kemarin, di aula Pogombo, Kantor Gubernur Sulteng. Para Kepala SLB yang dilantik itu, merupakan sejumlah kepala SLB dari berbagai SLB di Sulawesi Tengah, yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, khususnya pada Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK)

Turut hadir dalam kegiatan itu, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulteng, Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara (Asdatun) Kejati Sulteng serta Direktur Utama Bank Sulteng yang menjadi mitra Bidang PKLK. Usai melantik para Kepala SLB, Gubernur dalam amanatnya, meminta agar para kepala sekolah, bisa menjalankan amanah ini dengan penuh rasa tanggungjawab memajukan SLB. “Kepemimpinan butuh kemampuan yang lebih. Sedangkan kepala di sekolah biasa saja tantangannya cukup besar, apalagi ini sekolah luar biasa,” ujar Gubernur, membuka sambutan.

Longki pun mengaku, sudah keluar masuk ke sejumlah SLB yang ada di Sulawesi Tengah. Melihat langsung kondisi sekolah, kondisi guru dan juga murid. Memang kata dia, SLB harus diisi oleh orang-orang yang memiliki ketangguhan, kesabaran, ketulusan serta keiklasan. “Baik itu sebagai kepala sekolah ataukah guru pengajar, karena anak-anak yang dibina merupakan anak-anak luar biasa, yang tidak sempurna, sehingga memerlukan penanganan khusus,” jelasnya.

- Periklanan -

Dia juga berpesan, agarpara kepala SLB  bisa menjadi manager yang membawa lingkungan sekolah kearah yang menjadi tempat nyaman bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) menimba ilmu. Kepala Sekolah harus menjadi sumber teladan, inspirasi dan motivasi bagi guru juga siswanya. “Kepala SLB harus bisa menyentuh hati, baik guru dan murid, dan utamakan sikap serta tindakan nyata, bukan kata-kata apalagi main perintah. Jangan ikuti emosi dalam memimpin, harus bangun hubungan harmonis, agar tercipta suasana kondusif di SLB,” pesan Gubernur.

Diakui Gubernur, saat ini Sulawesi Tengah terbilang masih kekurangan SLB. Yang ada saat ini baru sekitar 29 SLB, baik negeri maupun swasta. Karena, merujuk pada data WHO, estimasi penyandang disabilitas suatu wilayah ada sekitar 10 persen dari jumlah penduduk. Sulawesi Tengah sendiri memiliki sekitar 3 juta penduduk, maka kurang lebih 300 ribu penduduk diprediksi pula merupakan penyandang disabilitas. “Dari 300 ribu penduduk itu, 30 persen saja usia sekolah, maka ada sekitar 90 ribu anak berkebutuhan khusus yang perlu layanan pendidikan, tentu 29 SLB ini masih kurang, walaupun ada kebijakan sekolah inklusi, di mana sekolah reguler juga bisa menerima anak-anak disabilitas,” papar Longki.

Untuk itu dia pun meminta, peran serta dan dukungan seluruh stake holder di daerah ini, ikut andil dan mendorong pemerataan akses pendidikan yang adil dan iklusif bagi para anak berkebutuhan khusus. Agar bisa mengenyam pendidikan layaknya anak-anak normal lainnya.

Di sela-sela kegiatan pelantikan kepala SLB ini, dipimpin Kepala Bidang PK-LK, Dr Minarni Nongtji SPd MSi, sejumlah undangan yang hadir memberikan kejutan di hari ulang tahun Gubernur Sulawesi Tengah. Mulai dari tumpeng hingga foto dan buku, dijadikan hadiah untuk Longki Djanggola di hari lahirnya tersebut. (agg)

BERIKAN KEJUTAN : Kepala Bidang PKLK, Minarni Nongtji saat memberikan kejutan kepada Gubrnur Sulteng yang berulang tahaun. FOTO : AGUNG SUMANDJAYA

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.