Persoalkan Etika, Kadis Pendidikan Tak Hadir di RDP DPRD

- Periklanan -

Para guru yang ikut hadir di DPR untuk mengikuti RDP. Kehadiran para guru itulah yang disoal Kadis Pendidikan, sehingga enggan untuk menghadiri undangan DPRD Palu. (Foto: Zainudin Jacub)

PALU – Rapat dengar Pendapat (RDP) Antara Komisi A dengan para guru yang menyoal pemberhentian kepala sekolah di lingkungan Pemerintah  Kota Palu batal digelar.

Penyebab batalnya RDP antara Komisi A dengan para guru, karena jumlah anggota Komisi yang hadir tidak memenuhi quorum. Selain itu Kadis Pendidikan tidak memenuhi undangan DPRD. “Sudah kami hubungi Kadis Pendidikan namun dia tak kunjung hadir di DPRD,” terang Ketua Komisi A, Ir Tamsil.

Saat rapat digelar, hanya ada tiga anggota Komisi A yang hadir yaitu Ketua Komisi Ir Tamsil dan anggota Komisi Rugaiyah Muhammad dan Nasir Dg Gani.

“Saat RDP ini digelar Pak Wartabone dan Pak Syamsu Alam sedang berada di luar Kota Palu,” kata Tamsil.

Namun ia tidak menjelaskan, keberadaan Sekretaris Komisi A Bey Arifin, Wakil Ketua Komisi A Bernadeth Sallata, anggota Komisi A Mulyadi dan Iqbal Andi Magga, serta anggota Komisi A Ronald.

- Periklanan -

“Rapat ini akan dibuka kembali pada pukul 10.00 besok dengan menghadirkan Kadis Pendidikan dan ombudsman serta Inspektorat,” kata Tamsil.

Menurut Tamsil, RDP harus ditunda karena sia-sia jika para guru menyampaikan aspirasinya namun Kadis Pendidikan tidak hadir. “Makanya kami memohon maaf kepada para guru karena RPD ini harus ditunda,” tandas Tamsil.

Dikonfirmasi sekaitan ketidakhadirannya menghadiri RDP di dewan, Kepala Disdik Kota Palu, Ansyar Sutiadi SSos MSi, menekankan bahwa ada etika yang mesti dijalankan. Dia menegaskan, bahwa dirinya bukannya tidak mau menghadiri undangan komisi 1. Ansyar menjelaskan ketidakhadirannya sebagai wujud menegakkan etika pemerintahan dan birokrasi.

“Kami sudah sampaikan kepada Ketua Komisi A, bahwa kami menghargai undangan RDP tersebut, tetapi ada etika pemerintahan dan birokrasi yang harus kami tegakkan. Mereka (para guru, RED) adalah staf kami di Dinas Pendidikan. Sehingga tidak etis bagi kami untuk menjelaskan kepada mereka di hadapan RDP,” sebut Ansyar dihubungi, tadi malam.

Ansyar juga menambahkan, bahwa pihaknya menyarankan kepada Komisi A untuk mengundangnya dan menjelaskan hal-hal yang ingin ditanyakan Komisi A kepadanya, tanpa menghadirkan para guru.

“Itu saran kami. Karena para guru tersebut sudah berulang kali kami jelaskan, dan silakan menggunakan saluran hukum yang ada melalui PTUN,” pungkasnya.

Sekaitan dengan pertemuan yang diagendakan kembali hari ini, Kepala Disdik Kota Palu memberi isyarat kembali tidak menghadirinya. Kepada media ini, Ansyar mengungkapkan, agendanya untuk hari ini sudah terjadwal dan dia sebagai Kepala Disdik juga sudah berjanji untuk menghadiri acara maulid di tiga sekolah di tempat yang berbeda, yakni di Palupi, Liku, dan Poboya. (zai/saf)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.