Persepsi Palu Arit di Uang Rupiah Adalah Gambar Rectoverso Logo BI

- Periklanan -

CINDERAMATA: Kepala Perwakilan BI Sulteng, Miono dan Gubernur Sulawesi Tengah H Longki Djanggola saling bertukar cinderamata di ruang Polibu, Selasa (17/1). (Foto: Humas Pemprov Sulteng/Sigit)

PALU- Bank Indonesia (BI) melakukan sosialisasi penerbitan uang rupiah emisi 2017. Sosialisasi ini sehubungan dengan tanggapan beragam oleh masyarakat terutama di media sosial tentang pemberitaan yang tidak benar. Sosialisasi dihadiri Gubernur Sulawesi Tengah Drs H Longki Djanggola Msi, yang digelar di ruang Polibu, usai Rapim Tepra bersama seluruh kepala SKPD lingkup Pemprov Sulteng, Selasa (171).

Kepala Perwakilan Sulawesi Tengah Bank Indonesia (BI), Miono mengatakan, ada lima isu yang menjadi pemberitaan dan harus diluruskan. Dia juga mengklarifikasi terkait palu arit pada gambar uang rupiah, adalah tidak benar. Berita yang memuat berita tentang persepsi palu arit pada gambar uang rupiah adalah tidak benar.

‘’Tentu selaku bank central yang mempunyai otoritas, ini sempat membuat kita kalang kabut. Dan ini perlu kita luruskan bahwa berita yang memuat persepsi gambar palu arit kami tegaskan itu tidak benar,’’ tegasnya.

Gambar yang disebut menyerupai palu arit itu menurut Kepala BI, sebenarnya unsur pengaman dari uang rupiah yang diistilahkan gambar rectoverso.  ‘’Gambar rectoverso ini adalah gambar saling isi. Kalau belum kita terawang gambar itu adalah gambar acak baik dari sisi depan maupun belakang. Tetapi kalau kita terawang di situ ada gambar logo Bank Indonesia,’’ jelasnya.

Gambar rectoverso ini lanjut Dia, tidak hanya terdapat pada uang rupiah, melainkan pada uang negara lain. Rectoverso ini didesain sebelumnya telah dikoordinasikan dengan lembaga terkait yaitu Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (Botasupal). Jadi pencetakan uang ini telah dilakukan dengan standar internasional.

Kemudian terkait warna uang rupiah yang memang dibuat agar tidak mudah ditiru oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Tinta warna uang ini hanya diproduksi oleh empat negara.

- Periklanan -

Jadi tidak semua negara bisa memproduksi tinta warna ini. Jadi kalau ada mata uang negara lain yang mungkin kebetulan mirip warnanya, itu mungkin bisa saja, karena pabriknya terbatas yang ada hanya di Inggris, Swiss, Jerman dan Amerika Serikat,’’ terangnya.

Masalah ketiga yang perlu disosialisasikan, lanjut Kepala Perwakilan BI adalah isu pencetakan uang yang dilakukan di PT Pura Barutama, adalah juga tidak benar. Berdasarkan amanat Undang-Undang BI harus mencetak di BUMN dalam hal ini Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI). Sementara PT Pura Barutama adalah salah satu perusahaan pemasok kertas bahan uang ke BI. Selain itu pencetakan uang dilakukan secara ketat baik dari internal BI maupun eksternal yaitu BPK.

‘’ Perusahaan pemasok kertas bahan uang ada 15. Empat belas lainnya dari luar negeri dan 1 di Indoensia yakni PT Pura Barutama,’’ jelasnya.

Masalah keempat yang perlu diluruskan adalah pemilihan gambar pahlawan pada uang rupiah baru. Pemilihan gambar mata uang dilakukan sesuai Undang-Undang nomor 7 tahun 2011 mengenai Mata Uang.

‘’Pemilihan gambar pahlawan ini sudah dikoordinasikan dengan pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial. Setelah itu diseleksi melalui ahli sejarah, peneliti sejarah, didiskusikan dengan unsur pemerintah setempat (daerah asal pahlawan) dan juga diminta izin kepada ahli warisnya. Jadi dapat dipastikan penempatan pahlawan pada mata uang sudah melalui proses yang panjang, koordinasi yang matang baik oleh BI maupun dengan pemerintah,’’ terangnya.

Gambar mata uang tidak ditentukan oleh BI, tetapi melalui proses lintas instansi terkait. Pertimbangan pemilihan pahlawan yang ada pada mata uang baru, diharapkan tidak menimbulkan kontroversi, bisa mewakili unsur kedaerahan mulai dari Sabang sampai Merauke.

Kemudian isu pencetakan untuk membiayai APBN, sehingga bisa menimbulkan inflasi. Ditegaskan pencetakan uang ini tidak ada kaitannya dengan isu menutup devisit APBN.

‘’Jadi pencetakan uang dilakukan semata-semata untuk menggantikan uang-uang yang sudah lusuh, yang memang sudah akan kami tarik,’’ jelasnya.(awl)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.