Persentase Nilai Mahasiswa Jalur SNMPTN Terus Menurun

- Periklanan -

Sutarman Yodo (Foto: Umy Ramlah)

PALU- Tahun ini, kuota Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) berkurang 10 persen dari kuota tahun lalu 40 persen. Itu artinya kuota tahun ini hanya 30 persen.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tadulako, Prof Dr Sutarman Yodo SH MH, mengatakan dari tahun ke tahun kuota SNMPTN dikurangi. Hal ini dikarenakan persentase nilai mahasiswa jalur SNMPTN terus menurun dari tahun ke tahun.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan tim panitia pusat, data mahasiswa yang masuk jalur SBMPTN lebih tinggi dari mahasiswa yang masuk jalur SNMPTN. “Panitia pusat meminta data dari waktu ke waktu kepada semua perguruan tinggi negeri untuk memasukan data mahasiswa yang diterima dari jalur SNMPTN dan SBMPTN, data yang dimaksudkan adalah prestasi selama kuliah, nilai dan hasil semester,” ujarnya ditemui Rabu (18/1).

Dari data yang dimasukkan tersebut, disimpulkan bahwa nilai mahasiswa jalur SNMPTN lebih rendah dari mahasiswa jalur SBMPTN. Padahal, mahasiswa yang diterima jalur SNMPTN merupakan mahasiswa terbaik dan nilai tertinggi, dengan harapan di perguruan tinggi nanti nilainya juga sama dengan nilai rapor yang dimasukkan.

“Dikuranginya kuota ini harus menjadi pelajaran bagi sekolah, terkait dengan nilai rapor yang di isi oleh sekolah, ini harus menjadi renungan, mengapa ini bisa terjadi, tetapi kalau acu yah risikonya kepada sekolah dan kepada siswa,” tegasnya.

Sutarman tidak bisa pastikan apakah pada 2018 kuota akan dinaikkan atau justru semakin turun. Intinya kata Sutarman, akuntabilitas dan integritas yang harus diperhatikan oleh sekolah juga siswa. “Ini merugikan semua, kalau prestasi mahasiswa jalur SNMPTN bagus bisa jadi akan kuota ditambah,” jelasnya.

- Periklanan -

Terkait dengan jalur SNMPTN 2017, secara resmi telah diluncurkan pada 13 Januari baru-baru ini oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemeristekdikti). Di mana peluncuran tersebut dihadiri semua rektor perguruan tinggi negeri di Indonesia.

Terhitung 14 Januari hingga 10 Februari mendatang adalah tahap pengisian Pusat Data Sekolah dan Siswa atau PDSS. “Sekolah harus mengisi PDSS,” sebut Sutarman.

Bersamaan dengan itu, terhitung 15 Januari hingga 12 Februari mendatang siswa harus memverifikasi nilai yang telah dimasukkan oleh pihak sekolah ke PDSS. “Kalau tidak diverifikasi, tadinya diterima akhirnya dibatalkan karena adanya mark up itu,” ungkapnya.

Katanya, sudah dua tahun ini Untad memberikan sanksi kepada siswa yang terbukti melakukan mark up. Sehingga calon mahasiswa yang ditolak di jalur SNMPTN bisa mengikuti jalur lain yakni SBMPTN dan SMMPTN. “Kuota untuk SNMPTN khusus Universitas Tadulako sendiri masih menunggu, baru-baru ini saya sudah menyurati semua prodi untuk memasukkan jumlah mahasiswa yang bisa diterima 2017 ini,” tuturnya.

Terkait dengan kuota dari setiap prodi, akan disesuaikan dengan ruang yang bisa diisi, dan dosen yang siap mengisi kelas. “Kami tidak seenaknya menerima mahasiswa, itu semua tergantung dari kapasitas yang tersedia di perguruan tinggi itu,” ucapnya.

Dijelaskannya, 2016 kuota yang diterima adalah delapan ribu lebih. Biasanya setiap tahun selalu bertambah. “Kita tunggu perkembangan apakah tahun ini akan bertambah atau tidak,” tuturnya.

Tahapan SNMPTN sudah dimulai, Sutarman berharap semua SLTA terlibat dalam SNMPTN. Artinya semua sekolah harus mengisi PDSS, dengan begitu siswanya mendapat kesempatan untuk ikut jalur SNMPTN. “Ketika sekolah tidak mengisi PDSS maka sekolah itu secara otomatis tidak punya siswa yang bisa diterima, kan kasihan,” tandasnya.

Katanya, dari 500 STLA yang ada di Sulteng, hanya 100 lebih yang terlibat. Diakuinya siswa yang punya keinginan kuliah di Universitas Negeri tidak bisa ikut karena pihak sekolah tidak terlibat dalam SNMPTN. “Jalur SNMPTN tidak dilakukan tes kembali tetapi seleksinya melalui berkas atas dasar kemampuan, kompetensi yang dimiliki yang menjadi pertimbangan, kami harap semua sekolah bisa terlibat mengingat banyak siswa yang ingin masuk Universitas Negeri melalui jalur SNMPTN,” pungkasnya. (jcc)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.