alexametrics Perlu Dibuatkan Film Dokumenter Perjuangan Tombolotutu – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Perlu Dibuatkan Film Dokumenter Perjuangan Tombolotutu

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Ketua Tim Peneliti Perjuangan Pahlawan Nasional Tombolotutu, Dr. Lukman Nadjamuddin kepada Radar Sulteng mengatakan, Keputusan Presiden Nomor 109/TK/2021 tentang Penganugrahan kepada Tombolotutu sebagai pahlawan nasional sangat tepat. Selain karena Sulawesi Tengah belum memiliki pahlawan nasional, juga karena perjuanganTombolututu di Sulawesi Tengah ini sangat luar biasa, bertempur di darat, perang di lautan, dan bergerilya melawan penjajah Belanda hingga akhir hidupnya pada 17 Agustus 1901.

” Masyarakat di Moutong, Tomini, Kasimbar, Tambu, Togean, Banawa, bahkan Sulawesi Tengah pada umumnya menjadi saksi kegigihan Raja Tombolutu dalam berjuang, “ tutur Lukman Nadjamuddin kepada Radar Sulteng, Kamis (28/10).

Perjuangan Tombolotutu itu dapat dibaca pada buku Bara Perlawanan di Teluk Tomini, Perjuangan Melawan Belanda, hasil penelitian Dr. Lukman Nadjamuddin, M.Hum, dan kawan-kawan. Dikatakan Lukman, apa yang dilakukan selama ini sejak tahun 2015 dengan sejumlah penelitian tentang perjuangan Tombolotutu membuahkan hasil. Dari awal kami sudah optimis bahwa upaya untuk mendorong penetapan Tombolotutu sebagai pahlawan nasional yang pertama di Sulawesi Tengah, adalah sesuatu yang realistis.

Karena dari berbagai sumber tertulissejaman dengan peristiwa perjuangan Tombolututu itu cukup banyak tersimpan di Arsip Nasional, Jakarta

” Dalam buku Bara Perlawanan di Teluk Tomini dijelaskan bahwa Tombolotutu menolak kerjasama dengan Belanda karena melakukan eksploitasi emas di Moutong. Kemudian berbagai kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat mendapat perlawanan dari Tombolotutu, “ papar Lukman.

“Yang menarik saya kira, apa yang menjadi perjuangan Tombolotutu tidak hanya jadi perbincangan pemerintah di Hindia Belanda tetapi juga mengundang perdebatan di kalangan Parlemen Belanda saat itu. Namanya menasional, dan menjadi isu internasional, menembus batas sekat-sekat negara, “ serunya.

Diakuinya, proses ini cukup lama sekali didambakan oleh masyarakat Sulawesi Tengah, untuk pengakuan pahlawan nasional pertama di Sulawesi Tengah. Lukman berharap, setelah Tombolotutu ditetapkan sebagai pahlawan nasional perlu ada pembuatan film dokumenter yang menceritakan kepahlawanan sosok Tombolotutu.

“ Di film itu kita bisa melihat tentang gagasan-gagasan Tombolotutu, heroismenya terus bergulir hingga sampai ke generasi yang tidak menyaksikan secara langsung atau yang jauh usianya dari peristiwa bersejarah itu, sehingga nilai-nilai kejuangan yang telah dilakukannya bisa diwariskan, terutama bentuk. Dari situ orang bisa belajar bagaimana komitmennya yang begitu kuat melawan Belanda, bagaimana mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia.

Mengenai kegiatan seremoni, kata Lukman, pihaknya belum mengetahui. Belum ada informasi untuk kegiatan syukuran dan sebagainya. Yang pasti pihak keluarga akan diundang untuk menghadiri upacara penganugerahan sebagai pahlawan nasional yang direncanakan pada 10 November 2021 di Istana Bogor.

Ditanya, apakah ada rencana untuk bertemu dengan Gubernur, Menteri Sosial, dan Presiden pasca penetapan Tombolututu sebagai pahlawan nasional? Dikatakan Lukman, bahwa tugasnya sudah selesai.

“Kan tugas kami ini hanya melakukan riset menunjukan sumber-sumber, yang memang menjelaskan bagaimana heroisme kekuatan Tombolotutu melawan Belanda, “ sebutnya lagi.

“ Selanjutnya kita serahkan kepada pemerintah daerah apakah perlu adanya acara reflektif atau apapun namanya. Kita belum tau. Karena kan baru ditetapkan hari ini, “ pungkasnya.

Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) sekaligus Dewan Kehormatan Gelar Mahfud MD memberikan gelar kepada empat tokoh dari empat provinsi. Pemberian gelar pahlawan nasional ini berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo.

“Pada 10 November tahun ini pemerintah dalam hal ini Presiden sudah memberikan keputusan untuk memberi gelar pahlawan kepada empat pejuang yang menginspirasi untuk membangun untuk Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan atau ikut berjuang untuk memajukan Indonesia. Sehingga kemerdekaan itu lebih bermakna bagi bangsa dan negara untuk tahun ini ditetapkan empat orang yang diberikan atau dianugerahi berdasarkan keputusan Presiden,” ujar Mahfud di Aula KemenkoPolhukam, Jakarta, Kamis (28/10).

“Dengan kriterianya banyak harus pernah berjuang, melahirkan apa apa yang bermanfaat bagi masyarakat banyak syaratnya tetapi yang keempat ini paling menonjol karena yang diajukan ratusan dan semuanya baik maka pemerintah kali ini mengutamakan selain ketokohan,” tambahnya.

Mahfud membeberkan hingga saat ini Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Kalimantan Timur (Kaltim) belum memiliki pahlawan nasional. Ia pun menyebut mengesampingkan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) belum memiliki pahlawan karena menjadi provinsi termuda.

“Sampai dengan saat ini Sulteng belum mempunyai pahlawan nasional. Kemudian Kaltim juga belum mempunyai pahlawan nasional. Kaltara kita kesampingkan dahulu karena baru merdeka sehingga pahlawannya belum teridentifikasi. Sulteng dan Kaltim adalah provinsi yang ada sejak awal Indonesia merdeka meskipun juga melalui pemekaran provinsi jadi dari daerah itu ada pahlawan. Kemudian dari Jakarta ada tokoh perfilman dan satu dari Banten pahlawan nasional tahun ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan bahwa penyerahan resmi gelar pahlawan nasional akan dilaksanakan pada 10 November mendatang bertepatan dengan Hari Pahlawan di Istana Bogor.

“Nah itu pahlawan nasional yang nanti akan diserahkan secara resmi kepada keluarga para Almarhum di Istana Bogor kalau tidak berubah persis pada hari Pahlawan 10 November,” ucapnya.

Berdasarkan keputusan presiden RI Nomor 109/TK/2021 tentang penganugerahan gelar pahlawan nasional. Keempatnya sebagai berikut, 1. Almarhum Tombolotutu tokoh dari Provinsi Sulteng, 2. Almarhum Sultan Aji Muhammad Idris tokoh dari Provinsi Kaltim, 3. Almarhum Haji Usmar Ismail tokoh dari Provinsi DKI Jakarta, dan 4. Almarhum Raden Arya Wangsakara tokoh dari Provinsi Banten.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.