alexametrics Perkuat Nilai-nilai Kebangsaan dan Penangkalan Radikalisme – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Perkuat Nilai-nilai Kebangsaan dan Penangkalan Radikalisme

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU-Resimen Mahasiswa (Menwa) Pawana Cakti Batalyon Universitas Tadulako (Yon Untad) menggelar sosialisasi penguatan nilai-nilai kebangsaan dan penangkalan radikalisme, pada Sabtu (18/12).

Kegiatan yang digelar oleh Menwa Pawana Cakti Yon Untad ini, mengangkat tema “Sosialisasi Penguatan Nilai-nilai Kebangsaan dan Penangkalan Radikalisme,” resmi dibuka.

Pada kesempatan itu, Tahir Korompot, mewakili Komandan Batalyon (Danyon) Menwa Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) membacakan sambutannya, dengan mengatakan kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dapat memberikan manfaat, agar pemahaman tentang radikalisme dapat dicegah masuk dalam kampus yang akan memberikan dampak negatif pada kita semua.

“Perlu kita ketahui bahwa Sulawesi Tengah masuk dalam zona merah terkait dengan radikalisme, sehingga kegiatan pencegahan secara dini harus dilakukan di lingkungan kampus, “ ucapnya.

Dijelaskannya, sebagaimana dipahami, masyarakat dunia dan bangsa Indonesia khususnya, senantiasa dihantui oleh paham-paham radikal dan aksi-aksi terorisme yang mengancam stabilitas negara. Seiring dengan kemajuan zaman, radikalisme dan terorisme juga mengikuti pesatnya perkembangan teknologi.

Sehingga pengaruh teritorial yaan bersifat lintas negara, paham radikal tercermin pada sikap ekstrim yang menghendaki perubahan secara cepat dan mendasar. Terhadap hal-hal yang dianggap fumandamental oleh seseorang atau sekelompok radikalis.

“ Bahayanya, sikap ekstrim ini biasanya diimplementasikan melalui tindakan-tindakan teror, ancaman dan anarkisme terhadap negara dan aparatnya, “ ungkapnya.

Menurutnya, dalam pandangannya bahwa sikap atau paham radikalisme dan terorisme hendaknya tidak dikaitkan pada suatu agama.

“ Karena sikap atau paham demikian bisa terjadi pada semua agama atau golongan. Disamping itu, saya menginginkan agar kita dapat menempatkan pemahaman terhadap radikalisme dan terorisme pada porsi yang adil, agar kita tidak cenderung memberikan stigma yang negatif terhadap agama tertentu, “ paparnya.

Dikatakannya lagi, pemberantasan radikalieme dan terorisme adalah masalah yang kompleks. Hal ini bukan tugas aparat keamanan saja, tetapi tugas kita semua. Kurangnya kesadaran dan partisipasi masyarakat bukan saja mempersulit pemberantasan, tetapi juga akan memberikan ruang hidup bagi para teroris.

Oleh karena itu, kata dia, peran aktif seluruh masyarakat dan para tokohnya akan sangat membantu tugas-tugas aparat pemerintah. Terutama dalam melakukan deteksi dini guna mewaspadai munculnya gerakan-gerakan radikal serta aktifitas terorisme. Saya juga berpesan agar kita terus meningkatkan kerjasama dalam memberantasnya.

“ Dengan latar belakang tersebut, saya sangat menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini. Dengan harapan, setelah kita memahami hakikat dan bahaya dari paham radikalisme dan terorisme. Kita akan dapat menemukan solusi yang tepat untuk mengantisipasi dan menanggulanginya, “ pungkasnya.(mch)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.