Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Perjam Rp800 Ribu, Semalam Rp3 Juta

Polres Palu Bongkar Praktik Prostitusi Online

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Polres Palu berhasil membongkar prostitusi online yang melibatkan wanita dari luar Sulawesi Tengah. Sindikat prostitusi online baru terbongkar setelah lima bulan melakukan praktik di Kota Palu.

Dalam kasus ini, petugas menetapkan dua orang pria sebagai tersangka. Masing-masing berinisial MA alias DO dan FE alias TA. Keduanya berperan sebagai pemegang akun aplikasi sosial bernama MiChat. Dua orang ini pula yang menjadi germo dan mencari para lelaki hidung belang. Sementara dua wanita yakni JI dan DW, berperan sebagai pemberi layanan.

Penangkapan terhadap MA serta FE, dilakukan Jumat (7/8) di salah satu Hotel di Jalan Patimura, Kota PALU. MA dan FE, juga bertindak sebagai pemegang akun MiChat dengan menggunakan foto perempuan yakni JI serta DW.

Petugas berhasil menangkap keduanya, setelah dipancing, untuk melakukan transaksi. Setelah tarif disepakati, kedua pelaku ini kemudian menentukan hotel, di mana JI dan DW sudah stand by menunggu pelanggan. Petugas pun mendapati JI dan DW di kamar hotel sudah tidak berbusana. “Tarifnya itu satu kali ketemu Rp800 ribu itu per jam, kalau harga Rp3 juta semalam atau waktu yang lama. Jadi saksi inisial JI ini sudah berada di kamar hotel,” kata Kapolres Palu, AKBP Moch Sholeh, Senin (10/8) saat memberikan keterangan pers.

Tidak hanya itu, diketahui bahwa hotel tersebut yang memesan adalah FE. FE juga bertugas sebagai pemegang akun MiChat dengan foto saksi berinisial EW. Tugasnya pun sama seperti MA, mencari lelaki hidung belang di aplikasi tersebut. “Jadi saat berhasil melakukan transaksi tersangka ini mendapatkan uang Rp150 ribu hingga Rp200 ribu,” jelas Sholeh.

Dalam kasus ini pasal yang disangkakan yakni pasal 45 ayat 1 undang-undang RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik dengan ancaman pidana paling lama enam tahun. “Saat ini kasusnya masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Sat Reskrim Polres Palu,” ujar Sholeh.

Tersangka MA pun mengakui, praktik aksi protistusi online sudah lima bulan dilakukan di Kota Palu. Sebelumnya, sindikat prostitusi online ini beraksi di Provinsi Gorontalo. Namun karena pasaran dari JI dan DW ini sudah turun, maka mereka bergeser ke Kota Palu, dengan tarif yang lebih mahal. “Saya bolak-balik Gorontalo, jadi saya hanya diajak oleh perempuan ini (JI) untuk membuat akun di MiChat,” sebut pelaku berkilah. (who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.