Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Perjalanan 23 Hari dari Galangan, Ruang-ruang Lebih Luas untuk Awak

KAL Talise, Armada Baru Lanal Palu Pengganti KAL Pulau Pasoso

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Warga Kota Palu patut berbangga. Nama Pantai Talise, yang memanjang dari Kelurahan Talise hingga Besusu Barat, diabadikan menjadi nama Kapal TNI Angkatan Laut (KAL). KAL Talise, kini telah resmi bertugas memperkuat armada Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Palu.

AGUNG SUMANDJAYA, Watusampu

MENGINJAKAN kaki di Dermaga Lanal Palu, Watusampu, mata langsung tertuju ke salah satu kapal karam. Terjepit di bawah dermaga. Dia lah KAL Pulau Pasoso, yang baru sebulan bertugas, namun telah dihempas tsunami pada 28 September 2018 silam.

Hanya selemparan batu dari KAL Pulau Pasoso, ada pula KAL Andau. Nasibnya juga sama, terhempas tsunami hingga sekitar 300 meter dari dermaga. Sempat naik sampai ke Jalan Raya. Dua KAL ini dipastikan tidak dapat beroperasi lagi dalam waktu dekat.

Tapi kini, Lanal Palu kedatangan KAL baru, yang bakal kembali menunjang tugas-tugas TNI Angkatan Laut, khususnya di wilayah perairan Sulawesi Tengah. KAL Talise namanya. Dari namanya, tentu tidak asing bagi masyarakat Kota Palu.

Talise merupakan nama pantai yang juga menjadi salah satu ikon Kota Palu.
KAL Talise dengan nomor lambung II-6-65 merupakan salah satu kapal patroli cepat Kelas 28 meter. Radar Sulteng berkesempatan bertemu dengan nahkoda sekaligus komandan KAL Talise pertama, yakni Lettu Laut (P) Feriyanto.

Feriyanto bersama 14 awak kapal, sudah melakukan pelayaran perdana dari galangan Kapal PT Palindo Marine Shipyard Batam, tempat diproduksinya kapal ini, menuju ke Kota Palu. “Kami dari Batam 10 Juni hingga 3 Juli, total 23 hari perjalanan dari Batam ke Palu. Sempat singgah di Banjarmasin, kemudian Makassar dan Mamuju,” sebut Komandan KAL Talise ditemui usai acara penyambutan di dermaga Lanal Palu.

Selama perjalanan kata Feriyanto, tidak ada kendala yang berarti. Hanya gelombang laut tinggi dan mendadak cuaca berubah ekstrim. Hal itu dialami ketika perjalanan dari Babel menuju Banjarmasin. Meski kata dia, dalam perjalanannya, mereka seluruh awak kapal, menyesuaikan dengan prakiraan BMKG.

“Dari Banjarmasin menuju Makassar gelombang cukup lumayan tetap untuk sejenis KAL masih bisa melanjutkan perjalanan,” ujar Feriyanto yang menjadi nahkoda pertama KAL Talise.

Ditemui terpisah, Komandan Lanal (Danlanal) Palu, Kolonel Laut (P) Rahadian Rahmadi menyampaikan, penamaan nama KAL Talise memang kewenangan dari Mabes TNI AL. Namun Lanal Palu diberikan kesempatan merekomendasikan nama untuk KAL maupun KRI. “Jadi ada beberapa nama yang kami rekomendasikan namun yang disetujui nama KAL Talise. Memang khusus KAL dipilih nama-nama pantai di daerah tempatnya bertugas,” kata Danlanal.

KAL Talise sendiri, merupakan pengadaan TNI Angkatan Laut Tahun Anggaran 2019. Sebelumnya Lanal Palu sudah pernah mendapat tambahan armada kapal yakni KAL Pulau Pasoso, namun bencana gempa bumi dan tsunami 2018 silam, membuat KAL Pulau Pasoso rusak berat. Oleh Mabes TNI AL, Lanal Palu kembali diperkuat KAL.

“Untuk armada yang berfungsi kami sudah ada KAL Talise dan dibantu oleh 3 Patkamla yang tersebar di sejumlah Pos TNI Angkatan Laut di wilayah Sulawesi Tengah,” jelas Rahadian.

Kapal patroli cepat ini, diperuntukan patrol keamanan laut di wilayah perairan Sulawesi Tengah. Spesifikasi khusus dari KAL Talise hampir sama dengan KAL Pulau Pasoso. Yang membedakan, KAL Talise ada ruang yang agak besar diperuntukan bagi ABK sebagai akomodasi selama di dalam kapal. Kapal ini juga dilengkapi senjata mesin berkaliber 20 mm di bagian depan dan 12,7 mm di bagian belakang.

“Kami berharap dengan adanya KAL Talise ini, dapat mendukung operasional Lanal Palu untuk menjaga keamanan dan ancaman gangguan yang ditimbulkan melalui Laut,” tandas Danlanal. (**)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.