alexametrics Peringatan Jumat Agung Jadikan Momen untuk Mengampuni – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Peringatan Jumat Agung Jadikan Momen untuk Mengampuni

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU –Umat Kristiani di Kota Palu kembali melaksanakan ibadah peringatan Jumat Agung seperti yang dilaksanakan di Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST) Jemaat Imanuel Palu.
Ratusan jemaat memenuhi kursi yang ada di dalam gedung gereja, bahkan sampai di teras gedung gereja untuk mengikuti prosesi ibadah yang dirangkaikan dengan sakramen perjamuan kudus Jumat Agung.
Pantaun Radar Sulteng di meja perjamuan kudus selain jemaat GKST Imanuel Palu juga tampak beberapa petugas TNI dan Polri menggunakan seragam dinas ikut ambil bagian dalam prosesi ibadah dan perjamuan kudus. Pendeta Onesimus Lantigimo, MT.h yang memimpin ibadah dan perjamuan kudus dalam khotbahnya menekankan di peringatan Jumat Agung hendaknya menjadi momen untuk saling mengampuni, saling memaafkan satu sama lain. Seperti makna dari makna dari pengampunan yang disampaikan Kristus.
Jangan karena ada perbedaan pendapat dan pernah berselisih, kata Onesimus jangan menjadi dendam berkepanjangan. Onesimus mencontohkan, perbedaan pilihan dalam Pemilu yang saat ini terlihat begitu banyak saling menjelekjelekkan antara para pendukung, sebaiknya tidak sampai menyimpan dendam dan disudahi. “Mari di momen Jumat Agung ini kita saling memaafkan dan bukan menyimpan dendam. Termasuk karena beda pilihan dalam Pemilu,” katanya.
Onesimus menekankan, saatnya menghilangkan dendam di dalam diri, menggantinya dengan menyimpan firman Tuhan dalam hati dan dalam kehidupan setiap hari. “Jumat Agung merupakan puncak Kristenan kita sebagai puncak perwujudan pengampunan kepada sesama,” terangnya.
Pendeta Onesimus menambahkan, kehadiran Kristus yang diperingati pada Jumat Agung dan Paskah sebagai perjalanan kesengsaraan untuk menebus dan mengampuni dosa umat yang percaya kepadaNya. Dosa bisa berjangkit kepada yang lain, dengan peringatan Jumat Agung dan Paskah adalah momen memutus mata rantai dosa dalam diri manusia. Firman Tuhan, mengampuni adalah hukum yang utama. Mengampuni di momen Jumat Agung untuk mengampuni dengan tulus. Jika tidak bisa mengampuni ,Tuhan juga tidak akan mau mengampuni dosa manusia. “Mengampuni merupakan harga mati bagi orang percaya. Artinya jangan sia-siakan kehidupan kita di dunia. Mari bersama bersama memutus mata rantai dosa di kehidupan kita setiap hari,” jelasnya.
Sementara di luar gereja aparat kepolisian dan TNI ikut berjaga-jaga juga termasuk Polantas terlihat mengatur arus lalu lintas ke arah lokasi rumah ibadah yang sedang melaksanakan ibadah Jumat Agung. (ron)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.