alexametrics Periksa Lima Saksi, Kasus Penimbunan BBM di SPBU Kartini Naik Penyidikan – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Periksa Lima Saksi, Kasus Penimbunan BBM di SPBU Kartini Naik Penyidikan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Penanganan kasus tangkap tangan oleh aparat kepolisian Sabhara Polda Sulteng yang memergoki mobil modifikasi mengisi solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Kartini, telah masuk dalam tahap penyidikan.
Saat ini Polres Palu telah memeriksa lima orang saksi termasuk sopir mobil dan juga petugas SPBU yang melakukan pengisian.

Informasi yang dihimpun oleh Radar Sulteng, di Mapolres Palu bahwa mobil modifikasi Isuzu Panther warna hitam di dalam mobil tersebut ada dua tangki berukuran besar dan dapat memuat Solar dengan harga jutaan rupiah.

Kabag Ops Polres Palu, AKP Awaluddin, mengatakan penanganan kasus tersebut masih berlangsung. Penyidik telah melakukan gelar perkara dan kasusnya telah dinyatakan naik dari tahap penyelidikan menjadi penyidikan. “Rencananya kami akan ke Jakarta untuk memintai keterangan dari saksi ahli Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas),” katanya, Kamis (21/10).

Awaluddin menambahkan, bahwa pemeriksaan juga telah dilakukan kepada lima orang saksi, termasuk sopir mobil dan juga petugas SPBU Kartini yang melakukan pengisian solar. “Untuk informasi lanjut nanti akan dikabari, yang jelas ada lima yang kami periksa,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Selasa (21/9) saat petugas aparat kepolisian dari Sabhara Polda Sulteng memergoki mobil modifikasi yang sedang mengisi solar.
Atas kejadian tersebut barang bukti mobil dan juga sopir atau pelaku diamankan di Satreskrim Polres Palu untuk dilakukan penyelidikan.

Dari video yang beredar, bahwa anggota Sabhara Polda Sulteng merekam aksi pengisian mobil modifikasi tersebut. Bahkan terlihat jelas dalam video, mobil panther telah dimodifikasi dengan penambahan tangki didalamnya, sehingga dapat memuat solar dengan jumlah yang lebih banyak.

Terpisah Supervisor Communication dan Relation Patra Niaga Regional Sulawesi Taufiq Kurniawan menjelaskan terkait kasus yang terjadi di SPBU Kartini yang melayani pengisian BBM bersubsidi ke mobil modifikasi pihak pertamina langsung bertindak tegas dengan menghentikan suplai BBM solar selama dua minggu di SPBU Kartini. Taufiq juga menghimbau kepada masyarakat untuk sadar menggunakan BBM bersubsidi dan beralih ke BBM non subsidi yang juga disediakan di SPBU maupun Pertashop.

“Pihak pertamina selalu koordinasi dengan aparat terkait baik dari pemerintah daerah maupun aparat hukum setempat terkait pengawasan BBM bersubsidi. Tugas pertamina menjaga keberlangsungan stok yang ada di SPBU maupun pertashop. Yang mengetahui kecurangan bisa lapor ke aparat setempat,” demikian tegasnya. (who)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.