Perguruan Tinggi Se-Sulteng akan Deklarasi Lawan Radikalisme

- Periklanan -

Suasana pertemuan pimpinan Perguruan Tinggi se-Sulteng yang berkomitmen dalam aksi kebangsaan pada 28 Oktober mendatang, di Auditorium IAIN Palu, Senin (23/10). (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Pimpinan perguruan tinggi dan mahasiswa se-Sulteng akan menggelar Aksi Kebangsaan melawan Radikalisme serentak pada 28 Oktober mendatang atau bertepatan pada Hari Sumpah Pemuda. Aksi kebangsaan tersebut merupakan komitmen yang berlanjut setelah deklarasi lawan radikalisme di Nusa Dua Bali, yang dihadiri Presiden Joko Widodo.

“Diharapkan berjumlah 25.000 ribu mahasiswa berkumpul dan menyertakan ikrarnya mereka tentang bangsa dan negara,” kata Panitia Pengarah Nasional Aksi Kebangsaan Melawan Radikalisme, Prof Dr H Zainal Abidin MAg saat pertemuan pimpinan Perguruan Tinggi se-Sulteng di Auditorium IAIN Palu, Senin (23/10).

Zainal Abidin mengungkapkan, lokasi deklarasi ini dilaksanakan di lapangan Universitas Tadulako dimulai pukul 08.00 Wita hingga selesai. Adapun teknis acaranya antara lain membacakan kembali deklarasi kebangsaan yang pernah dibaca di Denpasar, Bali. Kemudian pembacaan sumpah pemuda yang akan dibacakan oleh mahasiswa dan dipimpin oleh mahasiswa dari Universitas Tadulako. Selanjutnya, pembacaan deklarasi kemahasiswaan yang menyangkut NKRI, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 akan dipimpin oleh mahasiswa Stimik.

- Periklanan -

“Termasuk ada orasi kebangsaan dan ditunjuk dosen dari IAIN Palu yaitu Dr H Muhtadin Daeng Mustafa, akan ada sambutan dari Gubernur Sulteng dan diharapkan ada orasi kebangsaan atau kuliah akbar dari pejabat Kementerian, kita tinggal menunggu siapa yang akan datang,” jelas Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu itu.

Zainal berharap, dari jumlah 25.000 mahasiswa bisa terpenuhi. Dari jumlah laporan pimpinan Perguruan Tinggi pada rapat terakhir menyatakan kesiapan, masing-masing ada yang mengirim mahasiswanya berjumlah 50, 100, 500, 1000, bahkan sebut Zainal Universitas Tadulako diharapkan bisa menghadirkan jumlah mahasiswa dalam jumlah yang besar karena jumlah mahasiswanya mendekati 30.000 ribuan.

Sementara terkait pengamanan, Zainal mengatakan akan berkerjasama dengan pihak Polda Sulteng. Karena mereka yang akan menjadi landing sektor pengamanan, selain satpam dan pengamanan dari mahasiswa sendiri.

“Insya Allah pelaksanaan akan aman dan tertib. Dan ini serentak seluruh Indonesia khususnya Kabupaten/Kota yang memiliki Perguruan Tinggi,” tutup Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu itu. (acm)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.