Perempuan Asal Tinombo Tewas Ditikam di Mamboro

- Periklanan -

Jenazah wanita asal Desa Maninili yang menjadi korban pembunuhan di Kelurahan Mamboro, Rabu (22/3) diberangkatkan ke kampung halamannya. (Foto; Mugni Supardi)

PALU – Aksi tindak pidana penganiayaan berat (Pembunuhan) gegerkan warga di Kompleks Perumahan BTN 1 di Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Rabu (22/3) kemarin. Seorang wanita mengenakan pakai berwarna putih, ditemukan warga tewas bersimbah darah, di bagian belakang salah satu kos di kompleks perumahan.

Peristiwa naas itu terjadi sekitar pukul 14.49 wita. Saat ditemukan,  di tubuh wanita yang diketahui bernama Nurhayati warga asal Desa Maninili Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parimo itu, terdapat sejumlah luka tusukan benda tajam.

Peristiwa yang mengakibatkan wanita itu akhirnya meregang nyawa, ternyata sempat dilihat oleh salah seorang warga, yang juga mengontrak dikos kosan tersebut. Dari keterangan warga, wanita itu, korban penganiayaan seorang lelaki yang datang dan langsung menikam korban dengan sebilah pisau.

Bahkan, warga yang melihat dikabarkan sempat menuai ancaman dari pelaku. “Ada tetangga kos yang melihat, sebelum wanita ini ditemukan sudah bersimbah darah dengan sejumlah luka tusukan,” ungkap salah seorang warga di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

Hanya, warga yang melihat peristiwa itu, juga mendapati ancaman. Menghindari ancaman itu, warga tersebut bergegaskan memberitahukan warga yang lain. Namun saat keluar mencari bantuan, dan kemudian kembali, saksi yang datang bersama warga lainnya sudah medapati korban tinggal sendiri di bagian belakang kos dan sudah bersimbah darah dengan luka luka tusukan.

“Pelakunya, sudah tidak ada. Saat saksi ini datang dengan warga lainnya. Pelakunya sudah lari,” kata warga lagi.

Nurfin, ketua Bantuan Keamanan Desa (Bamkamdes) di Kelurahan Mamboro, juga membenarkan peristiwa itu. Kata Nurfin, warga menemukan korban di bagian belakang kos tempat warga itu tinggal.

“Tadi sudah ada kepolisian dari Polsek Palu Utara di TKP, melihat langsung. Motifnya apa kita belum tahu. Langsung saja ke Polsek,” kata Nurfin.

Ternyata pihak Polsek Palu Utara, telah menangani kasus itu lebih lanjut. Bahkan salah seorang warga yang melihat kejadian itu, juga sudah memberikan kesaksiannya ke kepolisian.

Sebagaimana Laporan Polisi yang diterima oleh Polsek Palu Utara, No. LP/53/III/2017/Sulteng/ResPalu/Sek Palut, tanggal 22 Maret 2017 atas nama Pelapor Nursifa (25).

- Periklanan -

Saksi yang melihat peristiwa naas itu adalah penghuni kos kosan yang juga merupakan TKP pembunuhan. Dalam keterangan BAP saksi menerangkan, bahwa pelaku seorang pria menikam korban secara berkali-kali menggunakan pisau dapur.

“Pelaku menikam korban secara berkali kali dibagian dada sebelah kiri sebanyak 3 kali. Lengan kiri dua kali tusukan, punggung sebelah kiri dua kali tusukan, dan kepala bagian belakang satu kali tusukan,” kata saksi di dalam BAPnya.

Korban meninggal setelah sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Sejumlah luka tusukan yang mengakibatkan pendarahan hebat itulah diduga yang mengakibatkan korban tak dapat bertahan hidup.

Dari keterangan salah satu keluarga korban yang menolak menyebutkan namanya, korban diketahui bernama Nurhayati berasal dari Desa Maninili. Dia tinggal di kos tersebut ternyata baru sekitar empat hari. Dan hanyalah menumpang bersama rekannya selaku penyewa kos.

“Baru empat hari dia di Palu. Rencananya mau datang kerja. Wanita itu sudah menikah, hanya belakangan, kita dengar kabar suaminya mengembalikannya kepada orang tuanya di Maninili,” ungkap keluarga korban.

Keluarga korban sendiri yang mendapati laporan tentang cirri-ciri pelaku, menduga bahwa pelaku tidak lain adalah orang dekat korban. “Dari cirri-ciri yang dilihat warga sebelum kejadian, pelaku mirip suami korban. Motor yang digunakan pelaku juga mirip yang digunakan suami korban,” tuturnya.

Ditanya apakah apakah antara korban dengan suaminya selama di Maninili hubungannya kurang baik atau sebaliknya? Kata keluarga korban ini lagi, bahwa selama ini baik-baik saja. Hanya terakhir yang mereka tahu sebelumnya korban telah diantarkan pulang kerumah orang tuanya di Maninili.

“Informasi terakhir korban ke Palu, selain kerja, juga karena mau bertemu seseorang. Entah siapa kita tidak tahu. Korban ini masih umur belasan, hanya kawin muda,” sebut warga itu lagi, sembari mengatakan kalau orang tua korban tidak datang kemari, karena sudah ada keluarga yang akan membawa jenazah korban ke kampung.

Dirumah sakit juga masih beredar kabar, kalau pelaku tidak hanya sendiri datang ke kos itu. Namun datang bersama 3 rekannya. Hanya ketiga lainnya tidak masuk kedalam wilayah kos, melainkan menunggu di luar atau jalan.

Terpisah Kapolres Palu AKBP Christ R Pusung mengatakan, kasus pembunuhan di Kelurahan Mamboro motif dan pelakunya masih dalam pengejaran anggota Polsek Palu Utara dan Polres Palu. “Saya akan memimpin sendiri pengungkapan kasus pembunuhan ini. Kami masih lakukan pengejaran terhadap pelaku,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pelaku ternyata sudah tertangkap dan kini diamankan di Polres Palu. Penangkapan itu sendiri ditandai dengan pemberian hadiah timah panas kepada l=pelaku karena berusaha melarikan diri. (acm/cdy)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.