Percepat Realisasi KUR di Sulteng

- Periklanan -

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM RI Bersama Perum Jamkrindo Sosialisasi Program KUR

Ir Yuana Sutyowati MM Deputi bidang Pembiayaan kementerian Koperasi RI (lima dari kiri), Asisten Deputi Urusan Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal Ir Willem Pasaribu MEc (enam dari kanan), Mohamad Hasyim SE MM Kabid Penjaminan (lima dari kanan) dan Kepala Jamkrindo Cabang Palu Syamsir Syarif (tiga dari kanan) foto bersama selesai pembukaan Percepatan realisasi Kur, Selasa (24/10). (Foto: Umi)

PALU – Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi (kemenkop) dan UKM RI bersama Jamkrindo Cabang Palu, menggandeng Pemprov Sulteng melalui Dinas Koperasi dan UKM melakukan sosialisasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam rangka untuk percepatan realisasi KUR di Sulteng. Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan yang telah dilakukan sebelumnya di beberapa provinsi lain yang bertempat di Mercure Palu Hotel, Selasa (24/10).

Kegiatan Sosialisasi Program KUR dihadiri oleh, Ir Yuana Sutyowati MM Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi RI, Asisten Deputi Urusan Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal Ir Willem Pasaribu MEc, Mohamad Hasyim SE MM Kabid Penjaminan Kepala Jamkrindo Cabang Palu Syamsir Syarif, Bank-bank penyalur KUR serta UMKM dan Koperasi yang ada di Kota Palu.

Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi Ir Yuana Sutyowati saat memberikan arahan mengatakan, kegiatan yang diadakan merupakan kegiatan sosialisasi ke 18 yang diadakan kementerian, setelah diadakan di Provinsi-provinsi lain.

Pada Tahun 2017 ini, pemerintah terus menunjukkan keberpihakan kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan akses pada sumber pembiayaan. Target alokasi penyaluran KUR bertambah menjadi sebesar Rp 110 Triliun yang sebelumnya tahun 2016 sebesar Rp 100 triliun.

Dalam rangka mendorong percepatan realisasi penyaluran KUR, pemerintah melakukan berbagai upaya antara lain, menambah bank penyalur KUR, menambah perusahaan penjamin KUR, mengikutsertakan Lembaga Keuangan Bukan Bank dan Koperasi sebagai penyalur KUR dan melakukan sosialisasi penyaluran KUR ke berbagai daerah.

- Periklanan -

Penyalur KUR pada tahun 2015 berjumlah 7 bank, pada tahun 2017 terdapat penambahan penyalur, sampai saat ini yang sudah dapat rekomendasi dari OJK dan Kementerian Koperasi dan UKM sebanyak 41 penyalur KUR yang terdiri dari 35 bank, 4 lembaga keuangan bukan bank dan 2 koperasi. Sedangkan yang sudah mengadakan perjanjian kerja sama pembiayaan dengan Deputi Bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM selaku kuasa pengguna anggaran KPA subsidi KUR sebanyak 35 penyalur.

“Selanjutnya untuk mempercepat proses penjaminan KUR perlu ditambah perusahaan penjamin, pada tahun 2005 terdapat 2 perusahaan penjamin yaitu Perum Jamkrindo dan PT Askrindo. Maka pada tahun 2017 ini bertambah perusahaan penjamin daerah, Jamkrida Jateng, Riau, Babel dan Sumsel dan satu PT Jamkrindo Syariah,” ucapnya.

Percepatan penyalur KUR juga dapat didorong melalui penyebaran informasi dalam bentuk sosialisasi percepatan penyalur KUR ke seluruh daerah. Pemerintah bersama-sama dengan bank penyalur KUR serta perusahaan penjamin bersama-sama dengan pemerintah daerah melakukan kegiatan sosialisasi di berbagai daerah sehingga informasi yang berkaitan dengan KUR ini bisa semakin meluas di seluruh daerah.

“Melalui kegiatan percepatan penyaluran KUR di Sulteng ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran KUR di Sulteng dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya,” harapnya.

Realisasi penyalur KUR sampai dengan 30 September 2017, dengan total penyalur KUR tahun  2017 sampai dengan per tanggal 30 September 2017 adalah sebesar Rp 69,68 Triliun kepada 3.098.515 debitur. Dalam realisasi penyaluran KUR tahun 2017 per 30 September  Provinsi Sulteng berada pada urutan ke 19 seluruh provinsi, dengan realisasi sebesar Rp 909,108 Miliar kepada 31.924 debitur.

Sedangkan Asisten Deputi Urusan Asuransi Penjaminan dan Pasar Modal Ir Willem Pasaribu MEc saat memberikan sambutan mengatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pemahaman terkait KUR kepada Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi. agar KUR dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya guna meningkatkan usaha.

“Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 hari dengan peserta 50 pelaku UKM untuk mendukung percepatan realisasi KUR di Provinsi Sulteng,” sebutnya.

Sedangkan Kepala Perum Jamkrindo Cabang Palu Syamsir Syarif saat di wawancara mengatakan ‚Äúdengan adanya Sosialisasi ini diharapkan masyarakat khususnya provinsi Sulteng lebih memahami program KUR itu sendiri,‚ÄĚ ucapnya. (umr)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.