Perbankan Diminta Salurkan Kredit ke Segmen Produktif

- Periklanan -

PENGHARGAAN OJK: Gubernur H Longki Djanggola dan Kepala Perwakilan OJK Sulteng Syukur Adi Yunus menyerahkan penghargaan kepada sejumlah pihak pada acara Pertemuan Tahunan Pelaku Jasa Industri Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (28/2) lalu. Selain itu juga diserahkan simbolis buku berjudul “Mengenal OJK” yang dicetak sebanyak 1885 eksemplar ke sekolah-sekolah di Palu. (Foto: Humas Pemprov Sulteng)

PALU- Tingkatkan penyaluran kredit ke arah produktif, khususnya bagi UMKM. Hal ini merupakan satu dari empat usulan yang disampaikan Gubernur H Longki Djanggola kepada pelaku jasa industri keuangan di Sulteng.

Usulan itu disampaikan Gubernur saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Pertemuan Tahunan Pelaku Jasa Industri Keuangan Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2017 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Selasa (28/2) lalu.

“Saya mohon perbankan berkomitmen menyalurkan kredit ke segmen produktif, ke UMKM yang punya dampak bagi ekonomi Sulawesi Tengah,” kata Gubernur.

Usulan kedua adalah mendukung program-program TPAKD (Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah) Sulteng. Ketiga, mencegah masyarakat terjebak dalam investasi bodong, dan keempat memperkuat peran BPD dalam struktur ekonomi Sulteng.

- Periklanan -

“Saya juga minta masyarakat berhati-hati, waspada dengan oknum-oknum tidak bertanggung jawab,” tambah Gubernur perihal maraknya kembali kasus investasi bodong.

Kegiatan yang mempertemukan seluruh insan keuangan se Sulteng itu mengangkat tema “Menjaga Stabilitas Sektor Jasa Keuangan dan Membangun Optimisme Untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat”.

Menurut Kepala Perwakilan OJK Sulteng, Syukur Adi Yunus, tema tersebut sejalan dengan peran OJK sebagai pengatur, pengawas dan pelindung masyarakat demi terwujudnya keuangan yang sehat.

Menurut catatan OJK perwakilan Sulteng sepanjang 2016, pertumbuhan ekonomi Sulteng tumbuh sangat signifikan hingga triwulan III mencapai 7,58 persen, lebih tinggi daripada ekonomi nasional yang ada di kisaran 5,02 persen. Hal itu lanjutnya juga berimbas dengan sektor jasa industri keuangan dan asuransi yang tumbuh hingga dua digit sebesar 16,26 persen.

Hal lain yang turut membanggakan adalah lancarnya penyaluran kredit ke masyarakat yang terlihat dari rasio NPL (Non Performing Loan) sebesar 3,88 persen dan berada di kisaran aman. Lembaga IKNB (Industri Keuangan Non Bank) seperti asuransi, lembaga pembiayaan, pegadaian, dana pensiun, perusahaan modal ventura dan lain-lain juga mengalami pertumbuhan aset yang pesat sepanjang 2016.

Sementara tingkat literasi atau pemahaman masyarakat pada keuangan jauh lebih baik daripada indeks tahun 2013 yaitu dari 4 persen naik sampai 22,55 persen dan inklusi keuangan mencapai 65,09 persen yang sebelumnya hanya 30 persen tahun 2013. Bercermin pada angka-angka itu maka bisa dikatakan masyarakat Sulteng makin melek pada produk jasa keuangan namun demikian mesti terus didorong upaya-upaya perluasan akses layanan keuangan. (sya/*)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.