Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Perbaiki Produktivitas dan Daya Saing untuk Pertahankan Ekonomi Sulteng

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi. (Source: dok.bmzIMAGES)

PALU – Agar perekonomian Sulawesi Tengah memiliki ketahanan yang baik dan mampu tumbuh lebih pesat serta berkesinambungan, maka beberapa langkah yang harus ditempuh.

Langkah-langkah itu menurut Kepala KPw BI Sulteng, Miyono antara lain perlunya dilakukan upaya perbaikan struktur perekonomian, dengan cara memperbaiki produktivitas dan daya saing perekonomian.

Penguatan perekonomian dari sektor domestik tersebut dapat dilakukan melalui peningkatan pemanfaatan sumber daya lokal, terutama yang berbasis sektor pertanian dan industri pengolahan.

Selain itu lanjutnya, perlu dilakukan pengembangan skala ekonomi dengan membangun infrastruktur pendukung dan penguatan sumber daya manusia. Melalui upaya itu, Bank Indonesia yakin ke depan perekonomian Sulawesi Tengah tidak saja memiliki kelenturan dan daya tahan yang baik, akan tetapi juga mampu tumbuh lebih kuat dan berkualitas.

“Memperhatikan kondisi perekonomian saat ini dan prospeknya ke depan, kami memproyeksikan perekonomian Sulteng pada triwulan IV 2016 akan tumbuh di kisaran 9,6 persen-10 persen (yoy); sementara untuk 2016 diperkirakan tumbuh pada kisaran 11 persen-11,4 persen (yoy),” ungkapnya di Kota Palu, belum lama ini.

Ditambahkannya, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah akan ditopang dari stimulus fiskal dalam bentuk pembangunan proyek infrastruktur pada triwulan IV 2016. Investasi swasta diharapkan juga meningkat seiring dengan implementasi berbagai paket kebijakan ekonomi dari pemerintah.

“Sedangkan, pengaruh eksternal dari imbas penurunan ekspor komoditas ke Tiongkok diperkirakan dapat dikompensasi melalui optimalisasi ekspor LNG ke Jepang, seiring dengan membaiknya sektor manufaktur Jepang,” terangnya.

Sementara kata dia, pada tahun 2017 ini, prospek perekonomian Sulteng diprediksikan membaik dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran 11,8 persen – 12,2 persen (yoy). Hal ini seiring dengan perkiraan membaiknya kinerja perekonomian global yang tentunya akan berdampak  pada perbaikan harga komoditas termasuk nikel.

“Selain itu, produksi hasil smelter diperkirakan juga akan semakin optimal, di samping upaya meningkatkan nilai tambah produk hilirisasi di sektor pertanian dan maritim yang semakin baik, yang ditunjang keberhasilan pemerintah dalam membangun infrastruktur irigasi, jalan dan bandara, sehingga konektivitas antar daerah juga akan semakin baik,” tandasnya. (hqr)

 

 

 

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.