Perbaikan Jembatan Gantung Nunu Dinilai Lamban

- Periklanan -

Kondisi Jembatan Gantung Nunu yang saat ini masih dalam proses pekerjaan. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Pekerjaan jembatan gantung yang menghubungkan Kelurahan Nunu dan Kelurahan Maesa, Kota Palu, mulai dikeluhkan pengendara dan warga sekitar. Sebab pengerjaannya hingga kini belum juga rampung.

Pasalnya, kondisi jembatan gantung yang lantainya rusak, bukan hanya warga setempat yang sering menggunakannya. Namun pengendara bermotor juga sering memanfaatkan jembatan gantung tersebut sebagai jalur alternatif.

Amri, salah seorang warga Kelurahan Nunu yang tempat tinggalnya tidak jauh dari jembatan gantung, mengeluhkan keadaan jembatan yang saat ini belum usai pegerjaannya.

“Selama jembatan gantung itu rusak, saya mesti hati-hati berjalan kaki untuk nyebrang. Kalau naik kendaraan sudah tidak bisa lagi, karena kondisi jembatan yang masih proses pengerjaan  yang sudah berjalan dua minggu, tapi belum juga rampung,” sebutnya kepada Radar Sulteng, baru-baru ini.

Lanjutnya, kalau waktu pekerjaannya masih lama, otomatis warga sekitar kesulitan memafaatkan jembatan itu untuk beraktivitas. Ditambah lagi kondisi saat ini di Kota Palu cuacanya tidak menentu. Kadang diguyur hujan lebat kemudian panas terik. Berpotensi pada lantai papan jembatan yang dikhawatirkan lama kelamaan akan cepat rapuh.

“Kalau saran saya, seharusnya tidak perlu lagi pakai papan sebagai lantainya. Lebih baik dipermanekan saja. Lagipula jembatan gantung ini bukan sekali ini lagi rusak, tapi sudah berapa kali rusak. Kasihan pengendara yang setiap hari lewat di sini, terpaksa harus balik arah,” kata Amri.

- Periklanan -

Astiti Rahayu, salah seorang pengendara motor yang tinggal di Jalan Garuda yang hendak menyeberang di jembatan gantung, harus putar balik karena kondisi jembatan yang masih dalam perbaikan. Kata dia, seminggu lalu dirinya masih melintas di jembatan tersebut, namun sekarang sudah proses pengerjaan.

“Saya hendak ke Pasar Manonda. Karena kalau lewat sini kan akses jalannya cepat. Karena jembatan masih diperbaiki, mau tidak mau saya harus putar balik. Kalau bisa diselesaikan cepat, karena jauh kalau harus putar lagi,” tuturnya.

Dikonfirmasi koran ini, Kepala Dinas Pekerja Umum (PU) Kota Palu Singgih B Prasetyo mengatakan, jembatan gantung di Kelurahan Nunu saat ini masih dalam proses pengerjaan. Untuk alas jembatan gantung yang dipasang, jenis kayunya kelas 1 A yang tidak mudah didapatkan dalam jumlah yang banyak. Untuk memperoleh dengan ukuran dan ketebalan yang sama butuh waktu. Apalagi kayu tersebut masih dalam proses pemesanan dan pengerjaannya pun sistem kontrak.

“Sebelum akhir September ini sudah selesai pengerjaannya. Diusahakan sebelum masuk kegiatan Festival Palu Nomoni, pengerjaannya telah rampung,” ujar Kadis PU.

Dia meminta masyarakat agar bersabar mengenai jembatan gantung yang saat ini masih dikerja. Sistem kerjanya juga perlu hati-hati, supaya masyarakat jalannya aman. Sebab pekerja akan mengganti semua kayunya dengan kualitas yang lebih bagus.

“Pilih mana, mau cepat-cepat selesai dikerja tapi membuat masyarakat celaka atau cepat rusak. Itu-kan tidak benar. Karena ini untuk kepentingan masyarakat juga. Jadi masyarakat bersabar sedikit,” ungkapnya.

Mengapa jembatan gantung di Keurahan Nunu tidak dipermanenkan? Kata dia, membangun jembatan anggarannya tidak murah. Butuh anggaran besar. Dan ini Kota Palu masih dalam proses pembangunan dalam kota.

Singgih menuturkan, tahap demi tahap prosesnya. Namun ke depan, akan ada pembangunan jembatan baru. Nama jembatannya Palu V. Saat ini masih dalam proses perencanaan. “Tinggal tunggu anggarannya saja. Semoga saja Pusat bisa menyetujui dan membantu Kota Palu,”demikian Singgih. (cr2)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.