Perbaikan Jaringan Listrik Lindu Terkendala Akses

- Periklanan -

PALU – Terkait tidak adanya aliran listrik PLN ke masyarakat Kecamatan Lindu Kabupaten Sigi sejak lima bulan terakhir, Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palu Muhammad Wardi Hadi menjelaskan jaringan Lindu disupplay dari GI (gardu induk) Sidera setelah rec. Saluan. Jaringan ini kata Wardi, beroperasi pada September 2018.

Saat gempa 28 September 2018, ungkap Wardi, jaringan terkena dampak bencana yang turut melanda wilayah Kabupaten Sigi. “Dan telah kembali dioperasikan pada bulan Januari 2019 pasca gempa Palu,” terang Wardi dalam keterangan tertulisnya kepada Radar Sulteng kemarin (25/11).

Sejak kembali dioperasikan pada Januari 2019 lanjut Wardi, jaringan arah Lindu sering terkena dampak longsor hingga 4 kali dan telah diperbaiki.

“Pada bulan Agustus 2019 terjadi banjir bandang disertai longsor yang berdampak pada 1 kms (Kilometer sirkuit) JTM (jaringan tegangan menengah) terputus dan 5 buah tiang jatuh ke jurang,” sebutnya.

Akses ke lokasi longsor yang agak sulit kata Wardi, mengakibatkan petugas belum dapat memperbaiki JTM yang putus dan penggantian tiang.

- Periklanan -

Wardi menambahkan, pada pertengahan Oktober 2019 telah dilakukan survei. Hasil survei di lokasi akses belum bisa dilewati kendaraan crane pengangkut tiang, karena masih rawan longsor. Rencananya, jika crane belum bisa masuk, maka tim akan membawa tiang dengan cara dipikul.

“Kami akan survey kembali dan akan diupayakan perbaikannya,” pungkas Wardi.

Terpisah Camat Lindu Drs. Karya kepada Radar Sulteng mengatakan, Pemerintah Kecamatan Lindu sudah beberapa kali berupaya untuk menyurat maupun penyampaian lisan baik kepada Bupati Sigi, maupun ke pihak PLN tapi belum ada respons. “Kami sangat berharap pihak PLN bisa segera kembali mengaliri listrik di Kecamatan Lindu,” ujarnya.

Sebelumnya Kepala Desa Puro’o, Pinardi mengatakan, sebelum terjadi gempa bumi 28 September 2018 listrik di Kecamatan Lindu sudah terpasang, dimana sebelumnya warga di lima Desa di Kecamatan Lindu hanya menggunakan listrik tenaga surya dan mesin genset.
“Dari bulan Februari sampai sekarang tidak ada menyala listriknya,” kata Pinardi melalui pesan WhatsApp.
Menurutnya, pascagempa di bulan Januari 2019 sempat diperbaiki karena ada kabel yang putus. Tapi, hanya hidup sebulan.

Setelah itu sampai sekarang listrik tidak lagi pernah menyala. “Kami sangat mengharapkan agar bisa menyala bulan Desember ini. Karena masyarakat akan merayakan Natal, jadi sangat diharapkan ada solusi listrik di Lindu,” ujarnya. (fdl/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.