Perayaan Natal Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan

- Periklanan -

PALU – Sejumlah warga Kristiani di Kota Palu di masa pandemi Covid-19 sudah menggelar ibadah perayaan tatap muka.
Salah satunya adalah jemaat kelompok pelayanan X GKST Imanuel Palu, yang menggelar perayaan natal tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan.

Ketua panitia natal kelompok pelayanan X GKST Imanual Palu, Hendri Imbang, mengatakan sesuai dengan petunjuk dari Pengurus Harian Majelis Jemaat GKST Imanuel Palu dan kesepakatan panitia natal dan mejelis kelompok X, ibadah perayaan natal tatap muka dapat dilakukan dengan catatan menerapkan protokol kesehatan, yakni menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak.

Dari panitia sudah menerapkan protokol kesehatan mulai dari jemaat akan masuk ke pintu ruangan ibadah. Dimana setiap jemaat yang akan memasuki ruangan ibadah dites suhu tubuh menggunakan thermogun, setiap jemaat yang akan masuk ruangan wajib menggunakan masker. Sebelum masuk ruangan ibadah jemaat disemprotkan disinfektan di kedua tangannya.

Selain itu juga bagi anak di bawah 5 tahun dan jemaat lanjut usia tidak diperkenankan untuk menghadiri ibadah natal tatap muka. “Hasil tes suhu tidak ada yang suhu tubuhnya di atas 37 derajat celcius,” kata Hendri, usai ibadah natal, Kamis (10/11).

- Periklanan -

Selain itu lanjut Hendri, selama pelaksanaan ibadah jemaat tidak diperkenankan untuk membuka masker maupun face shield. Tempat duduk jemaat juga dibuat berjarak antara satu sama lainnya. Bukan itu saja, dalam perayaan Natal jemaat dibatasi hanya 50 undangan. “Untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran Covid-19 atau adanya potensi klaster baru,” ujarnya.

Hendri menambahkan, walaupun dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, menggunakan masker dan menjaga jarak, tidak mengurangi khusuknya jemaat melaksanakan perayaan natal kelompok pelayanan X. “Puji Tuhan perayaan natalnya berjalan lancar dan khusuk,” pungkasnya.

Senada dengan itu, ketua kelompok pelayanan X GKST Imanuel Palu, Diaken Yulianus Sigilipu mengungkapkan, walaupun dalam kondisi pandemi jemaat tidak menjadi kendor dalam penerapan protokol kesehatan.

Mengingat virus Korona bentuknya tak terlihat dengan mata manusia, sehingga ancaman-ancaman dari virus Korona bisa menyebar kepada siapa saja, jika tidak tertib dalam menerapkan protokol kesehatan.

“Dalam perayaan natal tatap muka ini, saya mengharapkan kita yang hadir baik dari jemaat, majelis jemaat, panitia untuk senantiasa menaati protokol kesehatan,” pinta Yulianus Sigilipu. (ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.