Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Perangkat Biogas Kawatuna Tak Berfungsi Lagi Sejak 2015

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU–  Mesin pembangkit listrik Biogas yang merupakan bantuan dari pemerintah Swiss kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Palu yang terletak di lokasi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA), di Kelurahan Kawatuna Palu Timur tidak lagi beroperasi.

Seorang pemulung, Minggu (29/4) melintas di mesin pembangkit listrik Biogas Kawatuna yang sejak tahun 2015 tidak lagi beroperasi. (Foto: Mugni Supardi)

Salah seorang warga di sekitar TPA Kawatuna Samu, warga yang dipercayakan untuk menjaga mesin tersebut, mengatakan, mesin Biogas sudah tidak difungsikan karena kerusakan. “Katanya alat yang rusak tidak ada di jual di Palu jadi menungggu lagi dari pihak perusaahan,” ungkapnya, Minggu (29/4).

Menurut Samu, mesin tersebut membutuhkan satu alat semacam mesin kecil yang digunakan menyalakan mesin Biogas tersebut. Pernah ada yang datang, petugas teknis Biogas untuk membersihkan rumput serta sampah-sampah dan mencek mesin di area sekitar mesin Biogas mengatakan ada alat atau mesin yang dipakai memancing agar mesin bisa hidup sudah tidak ada. Entah hilang atau rusak dan diambil petugasnya juga tidak jelas. “Kata petugas itu mau dipagar tembok beton agar lebih aman. Juga kebetulan akan ada tim dari Jakarta makanya dibersihkan, tapi itu bulan lalu dia datang sampai sekarang tidak ada lagi yang datang cek ini mesin,” katanya.

Samu berharap agar Pemkot Palu bisa lebih memperhatikan kondisi mesin tersebut, pasalnya sejak mesin tersebut beroperasi, sangat membantu masyarakat sekitar TPA bisa menikmati aliran listrik.

“Nanti sampaikan saja ke mereka itu yang pertama kali bawa ini mesin. Kenapa cuma dikasih biar-biar begini, rugi sekali ini tidak dimanfaatkan,” tandasnya.

Sementara dihubungi via telpon Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH, Mohammad Iqbal mengaku tidak mengetahui soal mesin pembankit listrik Biogas tersebut.“Saya kurang tahu masalah itu, tapi waktu saya menjabat memang sudah tidak jalan itu mesin. Lebih lengkapnya coba tanya ke sekdis DLH kota Palu,” kata Mohammad Iqbal.

Dihubungi terpisah, Sekertaris DLH Kota Palu, Firmansyah, mengatakan sebenarnya mesin tersebut bisa menyala, hanya saja belum bisa difungsiikan secara maksimal karena ada alat yang perlu diperbaiki.

“Mesin itu hanya terkendala di sensor O2 nya. Kami tidak berani menjalankan mesin tersebut,” ungkapnya.

Lanjut Firmansyah, kondisi mesin tersebut sebenanrya bisa dinyalakan, hanya saja belum bisa difungsikan dalam waktu lebih lama karena ada kerusakan di salah satu alat sensor O2. Kerusakan tersebut kata Firmansyah lagi, sudah sejak tahu 2015 silam, hingga sekarang masih akan diupayakan perbaikanya dengan pihak ke tiga.

“Paling kita kasih menyala untuk dipanaskan saja. Itu pun tidak lama, kami juga lagi berusaha melalui mengkomunikasikan kepada Randy Lamadjido. Soalnya dia kan yang bisa berhubungan langsung dengan pihak yang dulu kerjasama dari Swedia,” pungkasnya. (cr8)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.