Perakit Senpi Itu Belajar Merakit dari Video YouTube

- Periklanan -

Kapolres Palu AKBP Christ R Pusung menunjukan senjata api rakitan yang ditemukan dengan tersangka Mo Hatta, Sabtu (26/8). (Foto: Rudi Hermawan)

PALU– Kepolisian Sektor (Polsek) Palu Barat menetapkan satu tersangka Moh Hatta yang memiliki senjata rakitan. Hal itu disampaikan dalam press release yang dipimpin Kapolres Palu AKBP Christ R Pusung, Sabtu (26/8).

Penangkapan terhadap Moh Hatta dilakukan di RSU Anutapura Palu, pekan lalu (23/8), atas keterangan pemilik barang loakan (besi-besi bekas) bernama Sudirman yang beralamat di Jalan Asam, Kecamatan Palu Barat. Atas dasar itulah, polisi menangkap lalu menetapkan Moh Hatta dengan undang-undang darurat  nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Kapolres Palu AKBP Christ Pusung terkait penangkapan tersangka yang diduga memiliki senjata tajam dan bahan peledak, ditrangkap Buser dan anggota piket Reskrim Polsek Palu Barat di RSU Anutapura sekitar pukul 17.00 wita.

- Periklanan -

Tersangka memiliki 6 pucuk sentaja rakitan , senapan angin, 7 amunisi aktif, 7 selongsong aktif. Di antaranya 6 selongsong jenis revoler dan satu selongsong jenis SS1, beberapa senjata tajam, dan beberapa alat-alat yang didapatkan yang dibeli di loakan lalu digunakan untuk merakit.

“ Saya beli alat dari loakan, kemudian saya rakit, dengan petunjuk dari media sosial Youtube. Saya gunakan hanya untuk berburu hewan saja,” demikian pengakuan pelaku saat dimintai keterangan di Polsek Palu Barat.

Menurut pengakuan Moh Hatta , amunisi organik diperoleh dari salah satu penjual barang loakan di Jalan Asam. Dan saat ini polisi masih menyelidiki keterlibatan pemilik loakan tersebut.

“Hingga saat ini masih dalam proses pendalaman tentang tujuan si pelaku membuat senjata tersebut. Yang kami dapatkan keterangan dari tersangka adalah untuk berburu,”kata Kapolres Palu. Pelaku dijerat Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman sementara 20 tahun kurungan penjara. (mg2/mg3/who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.