alexametrics Penyintas Mamboro Belajar Bangkit dari Relawan Arkom – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Penyintas Mamboro Belajar Bangkit dari Relawan Arkom

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

MAKNA Bangkit yang sesungguhnya dirasakan masyarakat Kelurahan Mamboro, Kecamatan Palu Utara, Kota Palu. Khususnya mereka yang bermukim di pesisir pantai Teluk Palu.

Dua tahun pascagempa dan tsunami yang meluluhlantakan rumah dan seluruh harta bendanya, perlahan kembali ditata ke kehidupan normal.

Berkat bantuan para Relawan Arsitek Komunitas (Arkom) Indonesia, warga yang bermukim di Mamboro Perikanan, kini sudah memiliki rumah lagi. Rumah yang dibangun pun, merupakan hasil usaha sendiri dari masyarakat, dengan didampingi para Relawan Arkom, yang hadir sejak tiga bulan pascabencana 28 September 2018 silam.

Salah satu penyintas di Kelurahan Mamboro, Emilia (45), mengungkapkan, ketika Arkom pertama hadir di tengah masyarakat, banyak yang pesimis. Sebab, para Relawan Arkom, berbeda dengan relawan lain, yang datang membawa bantuan berupa barang seperti makanan dan keperluan lain.

“Dulu pertama mereka (Arkom) datang, mereka hanya bilang, mereka datang tidak bawa apa-apa, tapi mau membantu warga korban tsunami. Awalnya kami pun ragu,” katanya.

Namun, pelan-pelan kepercayaan terhadap Arkom itu mulai timbul, ketika Arkom berhasil membangun Baruga atau tempat pertemuan, bersama masyarakat. Setelah,, Baruga jadi, warga yang didominasi warga yang bermata pencarian sebagai nelayan ini, pun kerap diajak untuk pertemuan di Baruga tersebut.

“Hampir setiap waktu kita diipanggil rapat dan rapat terus. Ternyata kita didampingi untuk dibantu membangun rumah kembali,” jelas Emilia.

Dia juga memuji keuletan para Relawan Arkom, yang tanpa putus asa mendampingi warga, dan mengajak warga bergotong royong, hingga akhirnya bisa memiliki rumah sendiri.

Meski harus direlokasi ke lahan yang jaraknya sekitar 800 meter dari rumah mereka semula. “Di lahan kita yang lama kan sudah tidak dikasih membangun di situ karena zona merah, jadi kita direlokasi ke lahan yang ditalangi pembeliannya oleh Arkom,” sebutnya.

Memang kata dia, tidak gampang mengajak warga untuk berswadaya, membangun kembali perkampungan. Sebab, Arkom, lebih banyak mengarahkan, semua yang terlibat dalam membangun kembali rumah atau hunian tetap, adalah warga sendiri. Termasuk pemilihan lahan pun, diserahkan kepada warga.

“Warga juga yang membuat panel Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat) yang anti gempa, berikut pemasangan dan pembangunan rumah, diserahkan kepada warga sendiri,” akunya.

Sementara itu, Samsudin, Ketua RT 2/RW 1, Kelurahan Mamboro, juga mengakui, kehadiran Arkom sangat bermanfaat dalam membangun kembali kampungnya, yang rata diterjang tsunami. Disampaikan Samsudin, awalnya ada 12 KK di RT-nya yang dibangunkan rumah lewat pendampingan dari Arkom.

“Jadi awalnya ada 12 rumah yang dibantu dari Arkom, tapi semua diserahkan kepada masyarakat, termasuk memilih model rumah, seperti rumah panggung ini. Mereka hanya memberikan pendampingan dan saran saja,” terang Ketua RT.

Selain 12 rumah yang dibangun tahap pertama, berbentuk 10 rumah panggung dan 2 rumah, juga ada 24 rumah di tahap kedua, Total ada 36 rumah, yang dibangun di tempat tersebut. Dalam waktu dekat, rumah-rumah yang sudah terbangun ini bakal segera ditinggali berkat pendampingan para Relawan Arkom.

“Kelebihan dari Arkom, apa mau warga, itu yang mereka ikuti. Dalam membangun rumah masing-masing, karena kita ikut terlibat maka kita tahu juga kwalitas bahan yang digunakan untuk rumah kita ini,” tandas Samsudin. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.