Penyidik Polres Morowali Akan Dilapor ke Polda Sulteng

- Periklanan -

PALU-Tim Penasihat Hukum Pembela Rakyat untuk Demokrasi (PRD) Sulawesi Tengah (Sulteng) rencanananya akan melakukan pelaporan terhadap Penyidik dan Kasat Narkoba Morowali ke Propam Polda Sulteng dalam waktu dekat ini.

“Kami akan melaporkan Penyidik dan Kasat Narkoba Polres Morowali ke Propam Polda Sulteng dalam waktu dekat ini,” ujar Kuasa Hukum Arman alias AU, Sumardi, di Palu, Minggu (2/8).

Sumardi memaparkan, ada kejanggalan terkait penahanan terhadap terduga penyalahgunaan narkotika jenis shabu, Arman alias AU dan MF, sejak 24 Mei 2020 yang dilakukan oleh Penyidik dan Kasat Narkoba Polres Morowali.

Sumardi menceritakan, pada 24 Mei 2020, terjadi penangkapan yang dilakukan penyidik dan Kasat Resnarkoba Polres Morowali kepada dua orang terduga yang memiliki shabu, Arman dan MF.

Hasil penangkapan, kepolisian menemukan satu shaset berisi shabu yang dikemas dengan sarung milik MF.

Pada saat itu kata Sumardi, kliennya yang bernama Arman alias AU tidak mengetahui bahwa paket kiriman sarung milik MF itu berisi shabu.

“Klien kami Arman dimintai tolong oleh MF untuk mengambil kiriman paket yang berisi sarung milik MF. Kiriman itu dari Palu tujuan Morowali. Begitu diambil itu kiriman, rupanya mobil yang membawa kiriman itu sudah ada pihak kepolisian, dan langsung klien kami ditangkap dan dibawa dari TKP ke rumah MF, Desa Bahomante, Bungku Tengah,” ungkap Sumardi.

- Periklanan -

Dijelaskannya, saat penggeledahan itu, kepolisian melibatkan warga dan kepala desa setempat, didapatilah sarung yang berisi paket shabu yang pada saat itu MF mengakui bahwa shabu tersebut adalah miliknya berdasarkan keterangan yang berada didalam rekaman video saat penggeledahaan dan penangkapan.

“Dibawalah mereka berdua ke Polsek Bungku Tengah untuk ditahan. Setelah dua hari menjalani penahanan di Polsek Bungku Tengah, mereka dipindahkan ke Polsek Bumi Raya,” jelas Sumardi.

Titik fokus yang akan mereka laporkan ke Propam kata Sumardi, adalah pembebasan terhadap MF yang terbukti berdasarkan hasil pengakuan dalam rekaman video penggeledahan, diduga sebagai pemilik shabu tanpa proses BAP, sedangkan klien mereka, Arman Alias AU yang nyatanya tidak mengetahui apapun hingga saat ini masih ditahan di Mapolsek Bumi Raya, Morowali.

Laporan kedua beber Sumardi, penahanan klien mereka, Arman alias AU, pada saat dilakukan BAP oleh Penyidik klien mereka tidak didampingi oleh penasihat hukum.

“Jelas ini melanggar ketentuan hukum acara pidana sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 56 adalah kewajiban penyidik untuk menunjuk penasihat hukum bagi tersangka yang diancam dengan pidana lima tahun atau lebih,” tegasnya.

Selain itu, penasihat Hukum Arman alias AU juga meminta Penyidik untuk melakukan BAP kembali terhadap klien mereka. “Sebab BAP yang dilakukan penyidik Polres Morowali sebelumnya dianggap ilegal karena tidak sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana,” jelas Sumardi.

Sejauh ini, kata Sumardi, klien mereka telah dizholimi, sebab orang yang seharusnya ditahan, tetapi tidak ditahan seperti saudara MF dan sopir yang mengemudikan mobil pembawa paket shabu.

“Seharusnya sopir ditahan untuk dimintai keterangan, dan mobil sebagai salah satu alat bukti,” tutup Sumardi.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.