Penyidik Limpahkan Tersangka Oscar R Paudy ke JPU

- Periklanan -

PALU – Penyidik Polda Sulteng, melakukan tahap II kasus dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang menjerat Oscar Rasyid Paudi selaku ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulteng. Proses tahap II ini, pelimpahan tersangka berserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).
Pelaksanaan tahap II, berlangsung di Kejaksaan Negeri (Kejari) Palu, Senin (17/6), kemarin. Ditemui, Jaksa Penuntut Umum, Lucas J Kubela, membenarkan telah dilakukan pelimpahan berkas tahap II tersangka Ketua DPW PAN Oscar Rasyid Paudi berserta barang buktinya. Barang buktinya berupa, kwitansi, bukti transfer uang dari korban (Irvan) via ATM dan rekening langsung dan tanda terima uang serta bukti rekening koran dari Bank Mandiri dan BNI, nilainya sekitar Rp 500 juta lebih.
Usai diterima dari penyidik, tersangka Oscar Paudi oleh penuntut umum dilakukan penahanan oleh pihak Kejaksaan sebagai tahanan kota. Pertimbangannya adanya permohonan status penahanan dari tersangka, bahwa anaknya lagi mengalami sakit yang kritis dan masih menjalani tugas sebagai anggota dewan. “Statusnya tahanan kota, bukan tahanan rutan,” kata Lucas.
Lanjut Lucas, status tahanan kota tersebut berlaku selama 20 hari, sejak hari ini, Senin (17/6) hingga Sabtu (6/7). Bila yang bersangkutan akan keluar Kota Palu harus ada pemberitahuan atau izin dari kejaksaan. Mengenai penahanan tersebut, tambah Lucas bisa diperpanjang atau sebelum jangka 20 hari sebelum berkas perkaranya dilimpahkan ke pengadilan. “Untuk itu, tersangka Oscar Paudi dikenai wajib lapor seminggu sekali, setiap hari Kamis, guna memastikan bahwa yang bersangkutan masih berada di Kota Palu,” jelasnya.
Sementara itu, ditemui usai pelimpahan berkas tahap II di Pengadilan Negeri (PN) Palu, Kuasa Hukum dari tersangka, Sutanto Saganta SH, mengatakan, kasus yang menimpa Oscar R Paudi terkait penipuan dan penggelapan dana pribadi Irvan Dj Nouk. Tapi menurutnya, berdasarkan pengakuan kliennya, bahwa uang yang dipakai tersebut merupakan uang partai sehingga tidak benar sangkaan yang menyebutkan kalau uang tersebut milik pribadi Irvan Dj. Nouk.
Dia menambahkan, terhadap kliennya itu tidak dilakukan penahanan. Sebab sebagai kuasa hukum Oscar Paudi, ia telah memasukkan surat penangguhan penahanan. “Pertimbangannya sebagaimana dalam pasal 21 KUHAP, tidak melarikan diri, tidak menghilangkan barangbukti dan melakukan perbuatan berulang,” terang Anto sapaan akrabnya.
Pertimbangan lainnya kata dia, anak dari kliennya itu sedang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Gorontalo. Dalam perkara ini, Ketua DPW PAN Sulteng, Oscar Rasyid Paudi, disangkakan dengan pasal 378 dan pasal 372 KUHP atas penipuan dan penggelapan dana partai.
Sementara Irvan Dj Nouk sebagai yang dihubungi tadi malam membenarkan jika pihaknya sudah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) dan dari uraian SP2HP disebutkan, berkas perkara dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan tersangka Oskar Rasjid Paudi alias Oskar R Paudi telah dikirim ke Jaksa Penuntut Umum dan dinyatakan telah lengkap oleh JPU. “Saya menerima SP2HP dari pihak kepolisian tadi siang, Senin 17 Juni 2019,” ujarnya.
Menurut Irvan, informasi yang didapatkannya bahwa tersangka hanya berstatus tahanan kota. Hal ini tentu membuatnya sebagai pelapor mempertanyakan dasar penetapan tahanan kota. “Ini jadi pertanyaan siapa sebagai penjamin, sehingga tersangka bisa menjadi tahanan kota,” tanya Irvan. (cdy/ron)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.