Penyembelihan Kurban Masyarakat Paleleh dan Paleleh Barat untuk Wadah Silaturahmi

- Periklanan -

PALU-Perkumpulan Keluarga Paleleh dan Paleleh Barat (PKPPB) Kota Palu melakukan penyembelihan hewan kurban dua ekor sapi, di halaman Sekretariat PKPPB di Jln. Manimbaya Kota Palu, Kamis (22/7).

Hadir pada saat penyembelihan Ketua PKPPB Adnan M. Baralemba, Sekretaris PKPPB Samerdan Munggeli, Wasekjen PB.IKIB Jamaludin Sakung, Moh. Rizal Masdul, Ketua panitia kurban Asril Hasani, Kumaini dan beberapa orang pengurus PKPPB, serta tokoh masyarakat Paleleh dan Paleleh Barat yang ada di Kota Palu.

Kepada Radar Sulteng, Ketua PKPPB, H. Adnan M. Baralemba menjelaskan, Insya Allah kedepannya lebih banyak lagi. Karena ini kan baru pertama kali.

“ Ini salah satu program yang saya anggap program PPKB yang terbaik. Karena selain membantu masyarakat, juga menguatkan silaturahim diantara warga Paleleh dan Paleleh Barat di perantauan, “ ujar Haji Adnan.

Menurutnya, dengan silaturahmi ini seolah berada di kampung sendiri. Sangat nampak dan terasa suasana keharmonisannya. “ Pokoknya teringat itu semua di kampung. Ini yang ingin kita tumbuhkan. Bagaimana itu rasa kasih sayang diantara sesama. Itu yang utama, “ ucapnya.

Kegiatan ini juga kata Haji Adnan, sejalan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, yaitu revolusi mental. Maka itu, didekati dengan kegiatan agama. Nilai religiusnya merupakan salah satu identitas kita.

- Periklanan -

Tak lupa, Haji Adnan juga menjelaskan kegiatan Majelis Taklim, sebagai salah satu unit PKPPB sebagai garda terdepan untuk syiar Islam. Bahkan akan membentuk lagi wadah koperasi, kemudian lembaga-lembaga pendidikan.

“Di dalam program pendidikan itu ada program memberantas buta baca dan tulis Alquran. Disinikan ada anak-anak, ada orang dewasa. Siapaun dia. Sebab, banyak juga orang tua yang ingin belajar agama dan memahami Alquran, “ ungkapnya.

Haji Adnan menginginkan hal ini menjadi ajang treatmen untuk bisa meningkatkan sumber daya manusia, sehingga itu bisa berdaya di masyarakat.

“ Lalu kita kesulitan untuk penanganan jenazah. Saya pikir kalau ada yang mau mengajarkan dan mempraktikannya, kenapa tidak. Yah kita lakukan pelatihan, dan sudah menghasilkan dua kelompok. Jadi suatu saat siapa yang membutuhkan mereka sudah siap, “ urainya.

Demikian juga dengan program masak-memasak dalam hal ini kuliner tradisonal orang Buol. Memasak didodongean, misalnya untuk masakan Buol. Itu semua akan kita laksanakan. Bayangkan yago itu sangat dibutuhkan, supaya ada kompetisi kuliner, sekaligus menunjukan kepada masyarakat inilah kuliner tradisional Buol. Harus kita kenalkan sekarang, “ tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pantia kurban Asrul Hasani, mengatakan kegiatan kurban kali ini telah berhasil mengumpulkan dua ekor sapi untuk dikurbankan. Asril berharap, tahun depan semakin meningkat lagi. Sehingga tali silaturahmi lebih luas dan pahalanya lebih besar.(mch)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.