Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Penyelundupan Sebelas Ton BBM Subsidi ke Daerah Tambang Digagalkan

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

DONGGALA – Bukan rahasia umum, di sejumlah daerah tambang kerap terjadi penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Harga beli yang murah dan untung jual selangit menjadi magnet bagi sejumlah oknum menyalahgunakan BBM bersubsidi.

Hal itu terbukti dari hasil penangkapan satu unit kapal yang mengangkut sebelas ton BBM subsidi jenis minyak tanah. Penangkapan kapal tak bernama ini, dilakukan anggota Ditpolairud Polda Sulteng, pada Kamis (17/6/2021) di perairan Desa Tambayoli, Kecamatan Soyojaya, Morowali Utara.

“Bermula dari patroli rutin yang dilakukan anggota terhadap kapal motor tak bernama, didapati sekitar sebelas ton minyak tanah yang disimpan di 580 jeriken,” ungkap Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Didik Supranoto didampingi Dirpolairud, Kombes Indra Rathana, Wadirpolairud, AKBP Sirajudin Ramli dan Kasubdit Gakkum Ditpolairud, Kompol Maxi dalam konfrensi pers yang digelar Senin (28/6/2021) di Mako Ditpoairud Polda Sulteng, Labuan, Donggala.

Saat diminta memperlihatkan surat-surat atas BBM subsidi yang diangkut kapal tersebut, baik nakhoda maupun 3 orang anak buah kaal (ABK) tidak bisa menunjukan surat dimaksud. Keterangan nakhoda kapal, yang bernama Fadli, diketahui BBM subsidi ini, berasal dari Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara. “Saat ini yang kami tetapkan sebagai tersangka adalah nakhoda kapal,” jelas Didik diamini Dirpolairud.

Disinggung terkait tujuan atau pembeli BBM ilegal ini, Dirpolairud mengaku hal tersebut masih dalam penyelidikan petugas. Begitupun ditanya soal kegunaan minyak tanah ini apakah untuk industri tambang di Morowali Utara, Indra juga enggan merinci. “Panjang ceritanya kalau saya jelaskan. Bisa saja untuk campuran,” sebut Direktur Polairud.

Saat ini, baik kapal dengan dua mesin maupun sebelas ton minyak tanah bersubsidi bersama tersangka masih berada di Morowali Utara. Minyak tanah sendiri dalam waktu dekat atas izin pengadilan serta melalui kantor pelayanan lelang, bakal dilelang. “Karena ada nilai ekonomis dan kami rasa tidak berbahaya, maka dalam waktu dekat bakal dilelang,” tandas Dirpolairud. (agg)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.