Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Penyebab Elpiji 3 Kg Sulit Diperoleh Karena Dialihkan ke 5 Kg

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Ilustrasi elpiji 3 Kg. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Tabung Liguified Petroleum Gas (LPG) bersubsidi kemasan 3 kilogram (kg) akan dialihkan ke Brigt Gas kemasan 5,5 kg. Inilah mengapa tabung elpiji bersubsidi kemasan 3 kg di Kota Palu kian mengalami kekurangan stok dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Sekretariat Pemerintah Kota (Pemkot) Palu, Tamin Tombolotutu mengatakan, terkait kurangnya stok tabung LPG bersubsidi kemasan 3 kg dikarenakan akan dialihkannya menjadi Bright Gas nonsubsidi 5,5 kg.

“Sebenarnya tabung elpiji tidak mengalami kelangkaan, akan tetapi sekarang sudah berbentuk tabung 5,5 kg, tabung elpiji 3 kg tetap ada tetapi dikurangi jatahnya,” ujar Tamin Tombolotutu kepada Radar Sulteng ditemui di ruang kerjanya, Senin (13/3).

Lebih lanjut Tamin mengatakan, pengurangan stok tabung elpiji 3 kg tersebut diberlakukan pada tahun 2017 ini agar membantu program pemerintah yang mengarahkan agar subsidi tepat sasaran, sehingga LPG bersubsidi 3 kg hanya diperuntukkan khusus kepada masyarakat yang kurang mampu yang memiliki penghasilan maksimal Rp 1,5 juta per bulan.

“Dengan dibatasinya tabung elpiji 3 kg maka masyarakat akan beralih ke tabung 5,5 kg, masyarakat tetap akan beralih karena merupakan kebutuhan. Sehingga elpiji bersubsidi 3 kg benar-benar bisa tepat sasaran, nanti akan diberikan hanya kepada masyarakat yang memiliki surat keterangan kurang mampu,” ucap Tamin.

Menurut Tamin, banyaknya stok tabung elpiji bersubsidi 3 kg menjadi persoalan karena yang menggunakan sudah bukan dari kalangan masyarakat kurang mampu. Menurutnya, seiring dengan berjalannya waktu maka masyarakat akan beralih menggunakan Bright Gas 5,5 kg.

“Sama seperti minyak tanah lalu, dengan cara dibatasi maka masyarakat beralih ke gas,” ujarnya.

Selanjutnya Tamin mengungkapkan, agar pihak pemerintah mengimbau kepada masing-masing instansinya agar bisa mempelopori peralihan konsumsi dari gas kemasan 3 kg yang bersubsidi menuju Bright Gas 5,5 kg nonsubsidi.

“Seperti di Kantor Wali Kota ini kita mengimbau kepada ASN untuk tidak lagi menggunakan elpiji 3 kg dan beralih menggunakan Bright Gas 5,5 kg,” tutup Tamin. (cr9)

1 Komen
  1. […] Penyebab Elpiji 3 Kg Sulit Diperoleh Karena Dialihkan ke 5 Kg […]

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.