Penutupan Lubang Tambang Tunggu BTNLL

Muat Material, Enam Penambang Dongi-Dongi Diamankan

- Periklanan -

PALU – Menjelang dibentuknya tim penyelesaian Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di kawasan konservasi Balai Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL) Dongi-Dongi, Polda Sulteng mengamankan enam orang yang membawa material rep dari aktivitas tambang ilegal yang berada di lokasi Dongi-Dongi di Desa Sedoa, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso.

Menggunakan mobil Isuzu Panther 23 Karung rep atau material emas diamankan Jalan Trans Palu-Napu Desa Bahagia, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, dari tangan inisial SB dan pemilik inisial AK dan inisial HA. Kemudian lima karung rep tambang diamankan di Mobil Daihatzu Xenia yang bawa oleh inisial KA, CW dan RW.

Pengungkapan tindak Pidana minerba berdasarkan laporan Polisi Nomor LP-A / 255 / VII / 2020 / SULTENG / SPKT, Tanggal 26 Juli 2020, Laporan Polisi Nomor LP-A / 256 / VII / 2020 / SULTENG / SPKT, Tanggal 26 Juli 2020. Berdasarkan laporan informasi tentang adanya dugaan tindak pidana di bidang pertambangan mineral dan batubara yaitu dengan cara melakukan penambangan tanpa IUP, IPR, IUPK dan atau setiap orang yang menampung, memanfaatkan, mengangkut, melakukan pengolahan dan pemurnian mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP,IPR, IUPK, atau izin dari pejabat yang berwenang berupa material rep yang diduga mengandung Emas.

Pada hari Sabtu tanggal 25 Juli 2020 sekitar Pukul 14.30 wita, petugas Kepolisian Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulteng Menemukan Mobil Isuzu Panther Warna Hitam No Pol DN 1427 MB yang mengangkut Material rep sebanyak 23 Karung di Jalan Trans Palu-Napu Desa Bahagia, Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi , yang dikemudikan oleh SB dan pemilik AK dan HA.

- Periklanan -

Kemudian di hari yang sama juga menemukan Mobil Daihatzu Xenia Warna Abu-Abu Metalik dengan No Pol DB 1489 FG yang mengangkut Material rep sebanyak 5 karung di Jalan Trans Palu-Napu Desa Watunonju, Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi, yang dikemudikan oleh KA dan pemilik Material rep inisial CW dan RW.

Kapolda Sulteng Irjen Pol Syafril Nursal, menyampaikan setelah melakukan pertemuan dengan DPRD ada rencana melakukan penutupan lubang yang ada di lokasi tambang PETI Dongi-Dongi, dan akan dilakukan operasi bersama.“Namun penutupan lubang tambang masih menunggu dari Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BTNLL) yang menyiapkan alatnya, barulah lubangnya akan kita tutup,” katanya, Selasa (28/7).

Kalau masih ada beroperasi tentunya akan ditangkap, termasuk yang enam diamankan ini adalah yang masih melakukan aktivitas di wilayah Dongi-Dongi. Kalau penangkapannya tentunya teknisnya tidak di lokasi tambang, sebab akan berdampak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. “Kita ketahui bahwa lokasi tambang ilegal itu sangat terbuka sekali, banyak jalan kecil menuju lokasi PETI, dari berbagai sisi, ada dari Sigi dan Poso,” ujarnya.

Para penambang juga melakukan pengambilan material dengan cara kucing-kucingan, kalau ada petugas para penambang tidak kerja. “Kita akan terus melakukan penangkapan terhadap pelaku penambang ilegal,” tegas orang nomor satu di Polda Sulteng ini.
Diperoleh informasi, para penambang ilegal di Dongi-Dongi memiliki jaringan terorganisir. Banyak oknum yang memiliki kepentingan di wilayah hutan lindung tersebut. Hasil tambang emas secara ilegal tersebut sangat menggiurkan. Hanya ketegasan aparat hukum yang bisa menghentikan maraknya tambang ilegal di wilayah hukum Polda Sulteng.(who)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.