alexametrics Penumpang Taksi Online Dapat Perlakuan Tidak Menyenangkan – RADAR SULTENG
Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

Penumpang Taksi Online Dapat Perlakuan Tidak Menyenangkan

Driver Diduga Intimidasi dan Buang Uang Penumpangnya

Anda ingin Beriklan di Situs ini? Hubungi : 08114582818

PALU – Driver taksi online sejatinya memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang. Bukan sebaliknya. Namun, hal tidak menyenangkan justru dialami salah seorang penumpang taksi online, yang merasa diintimidasi dan mendapat perlakuan tidak menyenangkan oleh driver taksi online.

Bermula saat penumpang, yang diketahui bernama Meldy, memesan taksi online melalui aplikasi Grab, Rabu (24/11) kemarin. Titik penjemputannya di Jalan Kancil, Kelurahan Tatura Selatan. Setelah driver ditemukan, maka wanita yang merupakan Manager di Harian Pos Palu itu memantau titik terakhir sang driver lewat fitur maps di aplikasi tersebut.

“Sekitar 20 menit usai memesan, saya lihat titiknya tidak bergerak masih di wilayah Maesa. Jadi saya chat, memberitahu bahwa apa saya cancel saja atau bagaimana? Karena tidak bergerak, sementara saya juga sedang buru-buru ke kantor. Tapi tidak dibalas, jadi saya telpon lagi, katanya sudah di jalan, saya pun menunggu lagi,” tutur Meldy.

Setelah lama menunggu driver dengan nama akun Muhammad Safry Masadu itu pun tiba. Saat masuk ke dalam mobil, sang driver kata Meldi, langsung menghardik dirinya. Sang driver berkata-kata dengan nada tinggi, karena kesal ditelpon terus menerus. “Padahal saya sudah jelaskan, saya menelpon karena lihat di maps, mobilnya tidak jalan-jalan, sementara saya buru-buru. Tapi yang bersangkutan (driver) terus saja marah-marah,” jelasnya.

Bahkan kata dia, driver taksi online tersebut bakal menurunkan dirinya di tengah jalan. Namun Meldy berkeras tidak ingin turun, karena sudah terlanjur jauh perjalanan dari rumahnya. “Si driver ini akhirnya meng-cancel sendiri perjalanan saya di aplikasi. Tapi saya tetap tidak mau turun. Saya coba untuk mengalihkan agar dia tidak terus marah, dengan menelpon teman,” katanya.

Hingga akhirnya, sang driver tetap mengantarkan dirinya ke lokasi yang dimaksud. Ternyata ulah driver tersebut kata Meldi, tidak hanya memarahi dirinya saja, namun juga membuang uang yang dirinya berikan sebagai ongkos jasa pengantaran, sesuai yang tertera di aplikasi grab. “Jadi biaya semula saya lihat di aplikasi kan Rp26 ribu, karena tidak ada uang kecil saya kasih genap uang kepada bapak grab itu Rp30 ribu, bukannya diterima justru uang saya dibuang di tengah jalan, sambil terus berkata-kata keras kepada saya,” ungkapnya.

Selama perjalanan, dia mengaku merasa terintimidasi sebagai seorang perempuan, dengan kata-kata dengan nada meninggi yang terus saja dilontarkan sang driver. Ulahnya yang juga membuang uang tersebut, juga dinilai perbuatan yang tidak menyenangkan. “Bukan soal banyaknya uang, tapi namanya uang kok seperti tidak dihargai begitu, dibuang di tengah jalan,” sebutnya.

Perusahaan penyedia jasa transportasi online, kata Meldy, seharusnya memberikan pula pemahaman atau semacam pelatihan kepada para mitranya, agar berlaku sopan kepada penumpang. Sebab, yang dijual adalah jasa yang berkaitan dengan pelayanan.

Dikonfirmasi terpisah, Pihak Grab Palu melalui salah satu stafnya Restu, memastikan bahwa memang akun atas nama Muhammad Safry Masadu benar merupakan driver mitra Grab Palu. Pihaknya, berjanji akan mengklarifikasikan langsung kejadian tersebut kepada dua belah pihak. Baik driver maupun penumpang. Jika memang oknum driver terbukti bersalah, maka akan diberikan sanksi sesuai aturan yang diberikan Grab.

“Sanksinya ada banyak, tergantung pelanggarannya, baik sanksi tidak mendapat orderan, kemudian sanksi akunnya ditutup sementara hingga pengaktifan kembali di kantor dan membuat surat pernyataan, sampai dengan kalau sudah berat akan diputus mitra,” tutupnya.

Secara khusus, pemilik akun aplikasi taksi online atas nama Muhammad Safry Masadu datang ke Radar Sulteng. Dia pun mengklarifikasi, bahwa tindakanya membuang uang karena juga tersinggung. Sebab, dirinya mengantarkan sudah tidak dalam status online lagi, karena sebelumnya sudah meng-cancel perjalanan.

“Perjalanan inikan sudah tidak menggunakan aplikasi, sudah offline, cuman saya mengantar ibu Meldy ini secara kemanusiaan, kekeluargaan saja istilahnya, mau dibayar saya oke kalau tidak, juga tidak jadi persoalan,” terangnya.

Lanjut dia menjelaskan, alasan dirinya men-cancel pesanan tersebut ungkapnya, agar jangan sampai terjadi komunikasi yang tidak baik antara kedua belah pihak, karena sambung dia, pada prinsipnya komentar seorang driver juga ada pada penumpang, terlebih jika diminta berkendara dengan terburu-buru. “Inikan pagi-pagi macet, posisinya saya jangkauan jauh di daerah pertokoan, ibu ini di Jalan lembu, cuman memang komunikasi saya tadi agak keras sedikit,” katanya mengakui.

Tambanya lagi, baru sepertiga perjalan ke tujuan , dirinya menawarkan kepada penumpang tersebut agar memesan driver yang lain. “Jadi begini saja bu, ibu saya turunkan disini, tapi saya orderkan Grab, saya sambung ulang Grab yang baru, ibu tidak usah turun, nanti datang mobil sudah mendekati ibu baru ibu turun dari mobil saya,” katanya menirukan kembali ucapan kepada penumpang.

Sementara itu, terkait tindakannya melempar ongkos perjalanan ke tengah jalan, bahwa dirinya mengaku tersinggung dengan sikap Meldi yang tidak menghiraukannya saat mencoba memberikan kembalian dari uang Meldi. Beberapa kali ia memanggil-memanggil Meldi namun sayang Meldi enggan menoleh yang kemudian membuat dirinya merasa tersinggung.
“Jadi saya turun, ibu uang ibu lebih, apakah dia dengar atau tidak, wallau alam bisawab, saya mau kembalikan itu uang, ibu tidak berbalik saya merasa, kayaknya marah ini orang, sudah saya buang itu uang,” jelasnya.

Meski begitu, dirinya mengaku bersalah, telah melakukan tindakan seperti itu dan telah memohon maaf dengan sang penumpang. Dia juga mengangap masalah ini sudah selesai secara kekeluargaan. “Saya sudah datang ke rumah ibu Meldi dan saya meminta maaf, inikan hanya miskomunikasi, akhirnya ibu Meldi sudah memaafkan,” pungkasnya. (ril)

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.