Penumpang Angkutan Udara Naik, Angkutan Laut Turun

- Periklanan -

Aktivitas penumpang di ruang keberangkatan Bandara Mutiara Sis AlJufri Palu, beberapa waktu lalu. (Foto: Mugni Supardi)

PALU – Trend jumlah pengguna jasa angkutan udara terus mengalami peningkatan. Sebaliknya, jasa angkutan laut semakin ‘ditinggalkan’ penumpang. Kondisi ini terjadi selama Januari-Februari 2017 dibanding periode yang sama tahun lalu.

Berdasarkan data yang dirilis BPS, dibandingkan periode yang sama tahun 2016, terjadi peningkatan frekuensi penerbangan pada Januari-Februari 2017 yakni sebesar 9,39 persen pesawat berangkat dan 8,96 persen pesawat datang.

“Jumlah aktivitas penumpang juga mengalami peningkatan, sebesar 5,23 persen untuk penumpang berangkat dari bandara udara di Sulteng,” jelas Kabid Statistik Distribusi BPS Wahyu Yulianto, di kantornya Senin (3/4).

Sementara, penumpang datang di bandara udara-bandar udara di Sulteng meningkat 1,47 persen. dan penumpang yang transit meningkat sebesar 18,08 persen. sementara itu, volume barang yuang dimuat pada Januari – Februari 2017, dibandingkan periode yang sama tahun 2016, mengalami penurunan sebesar 7,57 persen. Tapi, volume barang yang dibongkar/diturunkan justru mengalami peningkatan mencapai 10,50 persen.

- Periklanan -

Untuk angkutan laut,  selama Februari 2017, frekuensi pelayaran yang beroperasi di pelabuhan diusahakan tercatat 29 kali. Terjadi penurunan sebesar 57,97 persen dibandingkan kondisi Januari 2017 yang tercatat sebanyak 69 kali.

“Secara umum, penumpang relatif lebih memilih pelabuhan Pantoloan dan Tolitoli. Hal ini disebabkan pelabuhan kawasan Donggala lebih dominan digunakan sebagai layanan jasa angkutan barang,” jelas Wahyu.

Jumlah penumpang yang menggunakan angkutan laut melalui pelabuhan diusahakan mencapai 862 orang penumpang berangkat dan 901 orang penumpang datang. Sementara itu, volume barang yang dibongkar dan dimuat melalui pelabuhan diusahakan masing-masing tercatat 32.185 ton dan 4.409 ton.

Dibandingkan periode yang sama tahun 201 6, frekuensi pelayaran yang beroperasi di pelabuhan diusahakan selama Januari-Februari 2017 turun 44,94 persen. Penurunan ini berdampak pada penurunan jumlah penumpang berangkat dan datang masing-masing sebesar 59,03 persen dan sebesar 45,63 persen.

“Volume barang yang dibongkar dan dimuat juga mengalami penurunan, masing-masing sebesar 25,65 persen dan 24,62 persen,” sebutnya. (ars)

- Periklanan -

Komentar Anda

Alamat email anda tidak akan disiarkan.